Apa Penyebab Rambut Rontok Pada Anak?

Apa Penyebab Rambut Rontok Pada Anak?

December 12, 2019 0 By Joherbal

Rambut rontok adalah masalah yang sangat umum di antara orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun. Tapi tahukah Anda bahwa rambut rontok juga dapat terjadi pada anak-anak? Ya, kerontokan rambut pada anak usia 12 tahun dan lebih muda paling sering disebabkan karena kondisi yang tidak berbahaya dan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Struktur, penampilan, dan jenis rambut berbeda menurut kelompok etnis dan wilayah, merupakan faktor-faktor yang mungkin juga berdampak pada pola rambut rontok.

Satu helai rambut membutuhkan sekitar 2-6 tahun untuk tumbuh, yang disebut fase anagen. Fase ini diikuti oleh fase katagen (2-3 minggu), yang merupakan fase transisi singkat yang menunjukkan akhir pertumbuhan rambut aktif. Tahap selanjutnya adalah fase telogen di mana rambut memasuki periode istirahat dan berlangsung selama 2-4 bulan sebelum rambut rontok dan rambut baru tumbuh. Sementara 90% folikel rambut berada dalam fase anagen, 10-14% di telogen dan 1-2% di catagen. Dan fase folikel rambut mungkin berbeda di berbagai bagian tubuh.

Penyebab Rambut Rontok Pada Anak

Rambut rontok atau alopecia pada anak-anak, bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berbeda dengan masalah kerontokan rambut yang berhubungan dengan orang dewasa. Penyebab-penyebab ini adalah sebagai berikut:

  1. Telogen effluvium

Ini adalah masalah kerontokan rambut sementara yang terjadi setelah anak memiliki masalah fisik atau emosional, seperti demam atau infeksi, cedera fisik, stres emosional, dan ketidakseimbangan vitamin. Anak-anak dengan telogen effluvium kehilangan rambut mereka lebih dari apa yang biasanya hilang dalam fase telogen. Anak-anak dalam fase ini dapat kehilangan hingga 300 helai rambut sehari. Dalam kebanyakan kasus, rambut tumbuh kembali dari waktu ke waktu yang dapat memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun.

  1. Tinea capitis

Tinea capitis, juga dikenal sebagai kurap kulit kepala adalah infeksi jamur yang umum dan menular yang menyebabkan ruam merah berbentuk cincin pada kulit kepala. Gejalanya adalah kulit kepala terasa gatal dan teriritasi, demam dan kelenjar bengkak. Diagnosis dilakukan dengan mengikis sepotong kecil kulit yang terinfeksi dan memeriksanya ke laboratorium untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Tinea kapitis biasanya diobati dengan obat antijamur.

  1. Traksi alopecia

Ini adalah jenis kerontokan rambut yang terjadi ketika rambut Anda mengalami tekanan yang ekstrem, misalnya mengenakan kepang yang sangat kencang atau mengikat rambut dengan kencang untuk jangka waktu yang lama. Hal ini menyebabkan kulit kepala menjadi merah dan gatal dengan bintik-bintik botak. Traksi alopecia dapat hilang dengan sendirinya, tetapi menumbuhkan kembali rambut membutuhkan waktu.

  1. Alopecia areata

Ini adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mulai menyerang folikel rambut. Kondisi ini menyebabkan kebotakan total dan anak-anak mulai kehilangan alis dan bulu mata. Alopecia areata terdiri dari berbagai jenis, diantaranya:

    • Alopecia areata – bercak botak berkembang di kulit kepala anak
    • Alopecia totalis – semua rambut kulit kepala rontok.
    • Alopecia universalis – semua rambut tubuh rontok.

Tidak ada obat untuk kondisi ini, tetapi dengan perawatan yang tepat, pertumbuhan kembali rambut dapat terlihat kembali dalam 1 tahun.

  1. Trichotillomania

Anak-anak yang sering memainkan rambut mereka dapat merusak folikel rambut, menyebabkan rambut rontok. Kebiasaan ini biasanya terjadi ketika mereka memiliki kecemasan atau gangguan obsesif kompulsif. Gejala-gejala trikotilomania adalah bercak-bercak di kulit kepala dan rambut yang rusak. Perawatan untuk trikotilomania adalah terapi perilaku kognitif dan dukungan emosional.

  1. Kekurangan nutrisi

Ketika anak-anak kehilangan nutrisi penting seperti zat besi, seng, biotin, niasin dan protein, mereka cenderung mulai kehilangan rambut. Kekurangan nutrisi dapat disebabkan karena gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia atau diet rendah protein. Selain itu, penyebab rambut rontok lainnya pada anak-anak adalah kelainan tiroid, diabetes mellitus, anemia, lupus erythematosus sistemik, dan kelainan struktural batang rambut.

Seorang anak harus segera mencari perawatan medis jika mereka memiliki gejala-gejala sebagai berikut:

  • Kulit kepala gatal atau merah
  • Hilangnya alis dan bulu mata
  • Bintik-bintik botak di kulit kepala
  • Kehilangan lebih banyak rambut dari biasanya
  • Cidera kulit kepala

Sebagai orang tua, Anda dapat berbicara dengan anak Anda untuk mengatasi segala jenis stres dan membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Anda dapat menemukan cara untuk menyembunyikan kebotakan dengan mencoba gaya rambut baru, atau memberikan wig, topi atau syal kepada anak.