Asam Urat

Asam Urat

June 5, 2018 0 By Joherbal

Penyakit asam urat adalah penyakit yang sudah ada sejak jaman dahulu, bahkan penyakit ini mendapat sebutan sebagai “penyakit para raja”. Ungkapan ini diambil karena dahulu kebanyakan penderitanya berasal dari kalangan raja, bangsawan atau orang-orang berduit.  Di karenakan pada jaman itu, hanya golongan tersebut yang dapat menikmati makanan berlebih dan anggur. Di Indonesia kita lebih mengenalnya dengan sebutan encok.

Asam urat adalah zat yang dihasilkan dari penguraian zat purin, yang ditemukan dalam banyak makanan. Normalnya, asam urat dilarutkan ke dalam darah yang kemudian dibuang dari dalam tubuh melalui ginjal dalam bentuk urine. Mengkomsumsi  makanan  yang tinggi zat purin dapat meningkatkan  produksi asam urat. Hal ini juga dapat menyebabkan ginjal tidak dapat membuang asam urat dari dalam tubuh, sehingga terjadi penumpukan asam urat.

Penyakit asam urat atau Gout adalah kondisi yang menyakitkan yang terjadi akibat adanya penumpukan asam urat. Penumpukan asam urat ini kemudian menyebabkan terbentuknya kristal-kristal tajam yang menusuk pada sendi dan jaringan lunak. Pada sendi, tusukan kristal asam urat dapat menyebabkan peradangan pada satu atau lebih persendian, yang pada akhirnya menyebabkan pembengkakan, kulit yang memerah, rasa panas, nyeri, dan kekakuan pada sendi. Bagi kebanyakan orang, penyakit asam urat diawali pada jari jempol kaki, yang kemudian berlanjut pada banyak sendi lainnya dan daerah di sekitar sendi, seperti pergelangan kaki, tumit, lutut, pergelangan tangan, jari, dan siku.

Penyakit asam urat dapat berkembang melalui empat tahap:

  1. Asimtomatik hyperuricemia – Dalam tahap ini, seseorang telah mengalami peningkatan pada kadar asam urat di dalam darah (hyperuricemia), tetapi tidak mengalami gejala sehingga tidak memerlukan pengobatan.
  2. Asam urat akut – Pada tahap ini, hiperuricemia telah menyebabkan pembentukan kristal asam urat di dalam ruang sendi. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit secara tiba-tiba dan pembengkakan pada sendi. Serangan asam urat akut biasanya terjadi pada malam hari dan dapat dipicu oleh peristiwa yang dapat memicu stress, alkohol atau obat-obatan, atau penyakit lainnya. Serangan asam urat akut biasanya akan mereda dalam waktu 3 sampai 10 hari, bahkan tanpa pengobatan. Butuh waktu selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum serangan asam urat berikutnya kembali. Namun, dengan berjalannya waktu, serangan asam urat bisa bertahan lebih lama dan lebih sering terjadi.
  3. Interval atau intercritical gout – Ini adalah periode antara serangan akut. Dalam tahap ini, seseorang tidak memiliki gejala apapun.
  4. Asam urat kronis – Ini adalah tahap yang berkembang dalam jangka panjang. Dalam tahap ini, penyakit asam urat telah menyebabkan kerusakan permanen pada sendi yang terkena dan kadang-kadang menyebabkan kerusakan pada organ ginjal. Dengan pengobatan yang tepat, maka penderitanya dapat  menghindari tahapan ini.

Penyebab Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat awalnya disebabkan oleh kelebihan asam urat di dalam darah (hyperuricemia). Namun, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita penyakit asam urat, seperti:

  • Usia dan jenis kelamin – Penyakit asam urat biasanya lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Hal ini disebabkan karena pria memproduksi lebih banyak asam urat dibandingkan wanita, meskipun pada wanita risiko penyakit asam urat akan meningkat setelah mengalami menopause. Penyakit asam urat juga lebih sering terjadi pada orang yang telah berusia diatas 30 tahun, dan sangat jarang terjadi pada anak-anak kecuali mereka  mengalami  gangguan genetik langka yang diwariskan yang menyebabkan hyperuricemia.
  • Riwayat keluarga – Seseorang yang di dalam keluarganya memiliki  penyakit asam urat,  memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan asam urat di dalam kehidupannya.
  • Mengkomsumsi minuman beralkohol – Seseorang yang mengkomsumsi alkohol secara berlebihan dapat memiliki kesempatan mengembangkan penyakit asam urat, hal ini dikarenakan alkohol dapat mengganggu proses pembuangan asam urat dari dalam tubuh. Selain itu alkohol juga berperan dalam menyediakan sumber makanan tambahan zat purin dan meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh.
  • Pola makan – Mengkomsumsi makanan yang tinggi akan zat purin dapat meningkatkan jumlah asam urat di dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan penyakit asam urat atau memperburuk penyakit asam urat.
  • Paparan timbal – Orang yang sering terkena paparan timbal, memiliki risiko untuk penyakit asam urat.
  • Masalah kesehatan lainnya – Seseorang yang memiliki masalah pada organ ginjalnya dapat mengurangi kemampuan tubuhnya untuk secara efisien mengeluarkan produk sampah  atau limbah, sehingga menyebabkan penumpukan asam urat di dalam tubuh. Kondisi lain yang terkait dengan penyakit asam urat seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif), anemia hemolitik dan beberapa jenis kanker. Selain itu, memiliki sindrom Kelley-Seegmiller atau sindrom Lesch-Nyhan, dua kondisi langka di mana enzim yang membantu mengontrol kadar asam urat tidak ditemukan dalam jumlah yang cukup.
  • Memiliki berat badan yang berlebih – Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat, hal ini dikarenakan adanya penambahan jaringan tubuh, yang berarti lebih banyak produksi asam urat sebagai produk limbah metabolik. Tingkat yang lebih tinggi dari lemak tubuh juga dapat meningkatkan tingkat peradangan sistemik seperti sel-sel lemak.
  • Obat-obatan – Obat-obatan tertentu dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh, seperti:
    • Diuretik, obat yang digunakan untuk mengurangi kelebihan cairan dari dalam tubuh yang digunakan untuk penyakit hipertensi, edema, dan penyakit jantung.
    • Salisilat, kandungan yang terdapat pada obat aspirin.
    • Niacin, vitamin yang juga dikenal sebagai asam nikotinat
    • Siklosporin, obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (sistem yang melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit). Obat ini digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun, dan orang yang melakukan transplantasi organ.
    • Levodopa, obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson.

Baca juga: Mengobati Asam Urat Dengan Obat Herbal

Gejala Penyakit Asam Urat

Gejala serangan penyakit asam urat dapat dimulai kapan saja, tetapi lebih sering terjadi pada malam hari. Sendi yang paling umum terpengaruh adalah jari jempol kaki, sendi jari kaki tengah, pergelangan kaki, lutut, jari tangan dan siku. Kadang-kadang dapat mempengaruhi lebih dari satu sendi pada suatu waktu. Sendi yang terkena juga bisa sangat sakit ketika disentuh. Gejala serangan penyakit asam urat dapat terjadi dengan cepat, seringkali penderitanya terbangun di tengah malam dengan rasa sakit yang parah dan perasaan seperti sendinya terbakar.

Berikut ini gejala-gejala serangan penyakit asam urat, yang meliputi:

  • Rasa sakit – Gejala yang paling menonjol dari penyakit asam urat adalah rasa sakit pada sendi yang terkena. Rasa sakit dapat terjadi secara terus-menerus, seperti ditusuk jarum atau pisau kecil.
  • Serangan yang cepat – Rasa sakit dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa gejala atau peringatan. Biasanya rasa sakit berkembang dengan cepat dalam tempo beberapa jam saja. Jika tidak diobati, sebuah serangan asam urat dapat berlangsung dari 3 sampai 10 hari, atau bahkan beberapa minggu, akan tetapi rasa sakit dapat berangsur-angsur berkurang.
  • Terjadi pada malam hari – Rasa sakit biasanya datang pada malam hari, sehingga dapat mengganggu waktu istirahat. Alasan mengapa serangan asam urat sering menyerang pada malam hari adalah karena suhu tubuh akan turun selama tidur, dan penurunan suhu ini mengkatalisis pembentukan kristal asam urat dalam sendi. Faktor ini juga mempengaruhi mengapa penyakit asam urat sering terjadi pada sendi di kaki dan jari.
  • Pembengkakan – Sendi yang terkena akan mengalami pembengkakan, hal ini disebabkan akibat kristal asam urat menyebabkan iritasi dan peradangan.
  • Kemerahan – Kulit pada sendi dan sekitar sendi akan tampak memerah.
  • Terasa hangat – Kulit pada sendi dan sekitar sendi akan terasa hangat saat disentuh.
  • Kekakuan – Pembengkakan dan rasa sakit secara signifikan dapat mengurangi berbagai sendi gerak, sehingga menyebabkan kekakuan dan menyulitkan penderitanya untuk bergerak.
  • Demam – Orang yang mengalami serangan asam urat mungkin akan mendapatkan demam sebagai respon sistem kekebalan tubuh terhadap kristal asam urat.
  • Tophi – Dalam beberapa kasus kumpulan kristal asam urat dapat menyebabkan gumpalan-gumpalan kecil berwarna putih dan kuning yang disebut tophi yang dapat terlihat melalui kulit. Tophi biasanya hanya terjadi pada orang yang menderita penyakit asam urat kronis selama beberapa tahun. Benjolan tofi biasanya muncul pada lutut, siku, jari kaki dan jari tangan, lengan, tumit, atau bahkan telinga.

Mengurangi Gejala Penyakit Asam Urat

Ada beberapa hal yang sangat baik jika dilakukan pada penderita penyakit asam urat, karena dapat mengurangi gejala asam urat yang menyakitkan dan mencegah penyakit asam urat semakin parah, seperti:

  • Menghindari alergen makanan seperti susu, gluten, jagung, makanan dengan bahan pengawet dan yang mengandung zat aditif.
  • Mengkomsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti blueberry, acai berry, ceri, dan tomat, dan sayuran seperti squash dan paprika.
  • Mengkonsumsi makanan yang tinggi akan serat, seperti gandum, sayuran akar seperti kentang dan ubi jalar.
  • Hindari makanan olahan, seperti roti putih, pasta, dan makan yang banyak mengandung gula.
  • Mengurangi makanan seperti daging merah, hidangan laut dan kacang.
  • Mengurangi makanan yang mengandung oksalat, seperti bayam, rhubarb, bit, cokelat, teh hitam, kulit gandum, stroberi, dan kacang-kacangan.
  • Sertakan makanan yang kaya magnesium dan rendah kalsium, seperti barley, gandum, oat, kedelai, beras merah, alpukat, pisang, dan kentang.
  • Batasi makanan dengan kandungan purin yang tinggi seperti daging sapi, angsa, jeroan, roti manis, kerang, ikan asin, ikan herring, mackerel, dan ragi.
  • Gunakan minyak goreng yang sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa.
  • Mengurangi atau menjauhi makanan yang banyak mengandung asam lemak trans, yang banyak ditemukan pada makanan yang digoreng atau dipanggang, seperti kue, biskuit, kentang goreng, onion ring, donat, makanan olahan, dan margarin.
  • Hindari minuman alkohol, dan rokok.
  • Minum 6 sampai 8 gelas air putih setiap harinya untuk membantu mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh. Dehidrasi atau kekurangan cairan sering kali dapat memicu serangan asam urat.
  • Berolahraga minimal 30 menit setiap harinya, selama 5 hari dalam seminggu.
  • Hindari minuman kalengan.
  • Mengkomsumsi multivitamin harian yang mengandung vitamin A, C, E, vitamin B-kompleks, dan mineral, seperti magnesium, kalsium, seng dan selenium.
  • Mengkomsumsi asam lemak omega-3, seperti minyak ikan, untuk membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan secara umum.
  • Mengkomsumsi teh hijau, karena di dalamnya terdapat efek antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.