Batu Empedu

Batu Empedu

January 20, 2019 1 By Joherbal

Batu empedu adalah batu kecil, seperti kerikil yang terbentuk di kantong empedu. Kantong empedu berfungsi untuk menyimpan dan melepaskan empedu, yang membantu dalam mencerna lemak. Anda dapat memiliki batu empedu selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Namun, jika batu tersangkut di saluran kantong empedu, atau di luar kantong empedu, maka dapat menyebabkan rasa sakit.

Jumlah batu empedu yang terbentuk pada setiap orang berbeda, beberapa orang mungkin hanya memiliki satu buah batu, sedangkan yang lainnya mungkin banyak. Tidak hanya itu, ukuran batu empedu berbeda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin memiliki batu eempedu yang hanya berukuran seperti sebutir pasir, sementara beberapa lainnya bisa sebesar bola golf.

Ada dua jenis batu empedu, diantaranya:

  • Batu kolesterol

Batu empedu ini biasanya berwarna hijau kekuningan dan terbuat dari kolesterol padat. Batu terbentuk ketika kantong empedu Anda tidak kosong dengan benar, atau empedu Anda mengandung terlalu banyak bilirubin, kolesterol, atau terlalu sedikit garam empedu.

  • Batu berpigmen

Batu empedu jenis ini terlihat lebih gelap yang terbentuk dari pigmen bilirubin dan biasanya kecil dan banyak. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin karena produksi bilirubin yang berlebihan, penyakit hati atau kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

batu empedu sketsa

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti batu empedu belum diketahui, tetapi kondisi ini mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembuatan dan penyimpanan empedu. Empedu adalah cairan pencernaan, berwarna kuning kehijauan yang dibuat di organ hati dan disimpan di kantong empedu. Empedu membantu tubuh untuk memecah kolesterol dan beberapa lemak serta vitamin yang larut dalam lemak, sehingga dapat diserap oleh tubuh Anda. Empedu juga membantu tubuh Anda membuang kelebihan kolesterol, bilirubin, dan produk samping obat.

Batu empedu mungkin disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Organ hati Anda memproduksi lebih banyak kolesterol daripada yang dapat diuraikan sehingga membentuk kristal di kantong empedu
  • Kondisi kesehatan yang menyebabkan hati Anda memproduksi terlalu banyak bilirubin, suatu bahan kimia yang diproduksi ketika Anda menghancurkan sel-sel darah merah, atau;
  • Kantung empedu Anda tidak mengosongkan dengan benar sehingga empedu menjadi pekat dan membentuk kristal.

Selain beberapa penyebab diatas, ada beberapa faktor risiko untuk batu empedu, yang meliputi:

  • Jenis kelamin – Wanita memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena batu empedu daripada pria
  • Obesitas
  • Kehilangan berat badan dengan cepat atau sering puasa
  • Kehamilan
  • Usia – Batu empedu lebih umum terjadi pada usia di atas 40 tahun
  • Genetik
  • Kurangnya olahraga
  • Sirosis hati
  • Diabetes

Tanda dan Gejala

Gejala yang Anda alami akan tergantung pada ukuran, jenis dan lokasi batu empedu. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tiba-tiba dan parah di perut bagian atas, yang dikenal sebagai kolik bilier. Batu bisa tersangkut di lubang kantong empedu atau di saluran yang membawa empedu dari hati ke kandung empedu dan ke usus.

Saluran-saluran dan kantong empedu mencoba mengerutkan dinding otot mereka untuk melawan penyumbatan yang menghasilkan peningkatan tekanan dan rasa sakit. Rasa sakit dapat terjadi secara tiba-tiba atau paling sering setengah jam setelah Anda mengkonsumsi makanan berlemak.

Rasa sakit dapat dirasakan mulai di bawah tulang rusuk, di sisi kanan perut atau di antara tulang dada dan pusar Anda. Terkadang rasa sakit akan menyebar ke tulang belikat kanan, punggung, dan samping tubuh. Rasa sakit bisa membuat membuat Anda kesulitan untuk mengambil napas dalam-dalam dan mungkin juga bisa membangunkan Anda di malam hari saat tertidur.

Gejala lainnya dapat termasuk:

  • Mual, muntah, demam, dan diare
  • Urin berwarna gelap dan tinja berwarna pucat
  • Penyakit kuning, yang menyebabkan menguningnya kulit dan putih mata

Diagnosis

Dalam mendiagnosis batu empedu, pertama-tama dokter akan memeriksa riwayat medis secara lengkap untuk mengesampingkan kondisi serius lainnya dengan gejala yang sama dan bertanya apakah Anda memiliki kerabat dekat dengan masalah kandung empedu. Anda juga diperiksa untuk mengidentifikasi penyebab nyeri. Anda akan diminta untuk menghirup napas, sementara dokter mengetuk area di atas kantong empedu Anda. Jika ada rasa sakit yang ekstrem, ini dapat membantu memastikan diagnosis kantong empedu yang meradang (kolesistitis), yang seringkali disebabkan oleh batu empedu.

Dokter juga dapat melakukan tes darah, tes fungsi hati dan tes fungsi pankreas. Tes berikut ini juga dapat dilakukan:

  • Ultrasonografi – Tes ini menggunakan perangkat yang memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar struktur internal tubuh Anda. Ini adalah tes yang paling umum digunakan dan biasanya cukup untuk mendiagnosis batu empedu dan kondisi seperti kolesistitis
  • Magnetic resonance imaging (MRI) – Tes yang menggunakan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar tubuh yang terdiri dari banyak penampang. Tes ini dapat memberikan gambar yang lebih rinci daripada USG saluran empedu dan merupakan tes non-invasif yang aman.
  • Ultrasonografi endoskopi – Tes ini menggunakan sebuah tabung dengan transduser ultrasonografi di ujungnya yang dimasukkan ke usus kecil Anda melalui mulut dan ultrasonografi dilakukan secara internal. Tes ini lebih unggul daripada USG eksternal karena perangkat dapat ditempatkan sangat dekat dengan saluran empedu.
  • Pemindaian komputerisasi tomografi (CT) – Tes yang menggunakan sinar-X untuk mengembangkan gambar 3D tubuh.

Komplikasi

Batu empedu dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang berbeda, yang meliputi:

  • Kolesistitis akut

Kolesistitis akut adalah peradangan akut dan / atau infeksi kantong empedu. Kondisi ini bisa terjadi ketika sebuah batu benar-benar menutup lubang ke kantong empedu Anda atau jika saluran yang menguras kantong empedu menjadi tersumbat. Kadang kolesistitis dapat terjadi tanpa batu, karena penumpukan empedu yang tebal. Kolesistitis hadir mirip dengan kolik bilier, kecuali nyeri yang bisa bertahan lebih lama. Tes tambahan dapat membantu membedakan antara kedua kondisi tersebut. Kolesistitis dapat menyebabkan infeksi kantong empedu yang parah, sepsis (infeksi menyebar ke dalam darah), penyakit kuning, dan / atau abses. Dianjurkan pengobatan segera dengan obat penghilang rasa sakit, antibiotik, dan operasi.

  • Kolangitis akut

Ini adalah peradangan pada saluran empedu, yang dapat disebabkan oleh batu dan / atau infeksi. Anda mungkin mengalami demam, sakit kuning, kedinginan, kebingungan, kulit gatal dan sakit perut. Kolangitis akut adalah kondisi medis serius yang memerlukan perawatan dengan antibiotik intravena dan pengangkatan batu.

  • Pankreatitis akut

Jika batu bergerak dan menyumbat saluran yang menuju pankreas (bagian dari sistem pencernaan Anda), hal ini dapat menyebabkan peradangan. Anda mungkin merasakan sakit yang tiba-tiba, di bagian tengah atas perut Anda. Rasa sakit mungkin bergerak di sepanjang punggung Anda dan menjadi lebih buruk setelah Anda makan. Anda mungkin mengalami diare, sakit, muntah dan suhu tubuh tinggi. Rawat inap biasanya diperlukan, dengan tingkat pemulihan yang baik. Perawatan mungkin termasuk obat penghilang rasa sakit, antibiotik, diet sederhana dan pengangkatan batu empedu.

  • Penyakit kuning

Ketika saluran-saluran dari hati tersumbat, empedu tidak dapat mencapai usus atau kantong empedu, sehingga empedu menumpuk di hati. Hal ini pada gilirannya menghasilkan peningkatan zat bilirubin dalam aliran darah. Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah mengubah kulit dan putih mata Anda menjadi kuning (jaundice), dan urin Anda berwarna gelap, karena ginjal harus mengeluarkan bilirubin yang berlebih. Tinja Anda mungkin pucat dan memiliki kandungan lemak tinggi. Kulit Anda mungkin juga gatal karena empedu bersifat iritan. Ada banyak penyebab penyakit kuning, namun batu yang menyebabkan penyumbatan dalam saluran empedu adalah penyebab paling potensial.

  • Kanker kandung empedu

Kanker kandung empedu sangat jarang, tetapi berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Tingginya kadar kalsium di dinding kantong empedu dan riwayat keluarga dengan kanker kandung empedu adalah faktor risiko utamanya. Mungkin dianggap lebih aman untuk mengeluarkan kantong empedu sebagai tindakan pencegahan jika Anda memiliki faktor-faktor risiko ini. Gejalanya adalah demam tinggi, sakit kuning dan nyeri di perut tetapi mungkin juga tidak ada gejala pada tahap awalnya.

  • Ileus batu empedu

Ileus batu empedu terjadi ketika sebuah batu berjalan melalui fistula, sebuah terowongan abnormal antara kantong empedu dan usus, dan menyebabkan penyumbatan usus kecil. Kondisi ini terjadi terutama pada orang tua. Gejalanya mungkin termasuk perut kembung dengan rasa sakit, mual, muntah dan sembelit. Ileus batu empedu membutuhkan perhatian medis segera, karena usus Anda mungkin berlubang.

Pengobatan Batu Empedu

Batu empedu yang ditemukan secara kebetulan dan tidak menyebabkan gejala, umumnya tidak memerlukan pengobatan. Jika memang menyebabkan gejala, pengobatan berikut ini mungkin disarankan:

  • Pengobatan segera

Selama serangan akut kolik bilier, pengobatan berfokus pada pengelolaan rasa sakit dengan obat pereda nyeri. Rasa sakit biasanya mereda dalam beberapa jam. Namun, umumnya disarankan untuk mempertahankan pola makan rendah lemak dalam beberapa hari setelah serangan terjadi, bahkan sesudahnya.

  • Operasi pengangkatan kantong empedu

Setelah seseorang mengalami gejala dan / atau komplikasi dari batu empedu, pengobatan melalui pembedahan umumnya direkomendasikan. Pembedahan untuk mengangkat kantong empedu, yang dikenal sebagai kolesistektomi, adalah prosedur yang relatif mudah. Dokter bedah dapat menggunakan laparoskopi (lubang kunci) atau operasi terbuka untuk mengangkat kantong empedu. Kedua prosedur pembedahan ini dapat menyebabkan cedera pada saluran empedu, hati, usus halus dan struktur intra-abdominal lainnya.

  • Pengobatan lainnya

Kadang-kadang, pengobatan medis dapat digunakan baik sendiri atau dikombinasikan dengan perawatan bedah. Pengobatan ini lebih efektif untuk batu kecil dengan ukuran kurang dari satu sentimeter, dan pada individu dengan kantong empedu yang normal. Perawatan ini termasuk:

  1. Obat-obatan

Jika Anda memiliki batu empedu yang kecil dan tidak mengandung kalsium , Anda mungkin diberikan asam ursodeoksikolat untuk melarutkannya. Pengobatan ini memakan waktu hingga dua tahun untuk bekerja dan tidak dianggap efektif, karena batu cenderung kembali setelah Anda berhenti meminumnya.

2. Lithotripsy

Lithotripsy menggunakan gelombang suara untuk memecah batu-batu kecil dan lunak dan hanya digunakan pada sebagian kecil orang.

Pada sebagian besar kasus batu empedu, umumnya tidak menyebabkan gejala dan Anda tidak memerlukan pengobatan apapun. Mengkonsumsi makanan yang sehat, mempertahankan berat badan yang sehat dan berolahraga secara teratur dapat membantu Anda terbebas dari gejala dan mengurangi risiko mengembangkan batu empedu. Jika Anda memutuskan untuk menurunkan berat badan, lakukan secara bertahap, karena menurunkan berat badan dengan cepat dapat menyebabkan pembentukan batu lebih lanjut. Mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak buah dan sayuran serta makanan yang kurang berlemak adalah cara terbaik untuk mencegah pembentukan batu empedu.

Sumber: www.webmd.com