Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

June 7, 2018 0 By Joherbal

Ginjal adalah sepasang organ yang memiliki bentuk seperti kacang yang terletak di punggung pada setiap sisi tulang belakang. Setiap ginjal memiliki ukuran sebesar kepalan tangan dengan berat sekitar empat hingga enam ons. Ginjal kiri sedikit lebih tinggi dan sedikit lebih besar dibandingkan ginjal kanan. Hal ini dikarenakan ginjal kanan memberi ruang bagi organ hati. Di dalam masing-masing ginjal terdapat sekitar 1 hingga 1,3 juta nefron, yang merupakan unit fungsional terkecil dari ginjal. Ginjal tidak dapat memproduksi nefron baru, oleh karenanya jumlah nefron dapat berkurang secara bertahap jika terjadi kerusakan nefron akibat penyakit ginjal.

Fungsi dasar ginjal dimulai saat kita makan dan minum, dimana tubuh akan mengambil nutrisi dari apa yang kita makan dan minum sesuai dengan apa yang dibutuhkannya. Sisa dari makanan dan minuman tersebut disebut sebagai limbah, yang kemudia masuk ke dalam darah. Disinilah fungsi ginjal dengan jutaan nefronnya untuk dapat menyaring dan membersihkan darah dan mengeluarkan cairan berlebih dari dalam tubuh.

Setiap nefron memiliki glomerulus dan tubulus. Glomerulus berfungsi menyaring air, garam, asam amino, glukosa, dan urea dari darah. Selanjutnya limbah dan cairan berlebih berjalan melalui tubulus yang memproses cairan tersebut menjadi urin dan kemudian ditampung di pelvis ginjal. Setiap ginjal memiliki ureter yang menghubungkan pelvis ginjal ke kandung kemih. Urin dari ginjal akan mengalir ke ureter ke dalam kandung kemih yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui uretra

Kebanyakan orang menganggap ginjal hanya berfungsi menyaring darah dan memproduksi urin. Namun faktanya ginjal memiliki berbagai fungsi lain yang tidak kalah pentingnya bagi tubuh, seperti:

  • Menjaga keseimbangan kadar cairan di dalam tubuh
  • Menghasilkan enzim renin yang membantu mengendalikan tekanan darah
  • Menghasilkan hormon erythropoietin yang membantu memproduksi sel darah merah
  • Mengaktifkan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang
  • Mengatur kadar mineral dan bahan kimia lainnya agar tubuh tetap bekerja dengan baik

Gagal ginjal kronis atau penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi dimana fungsi ginjal menurun secara bertahap. Hal ini berpengaruh terhadap fungsi ginjal dalam menyaring darah, sehingga dapat menyebabkan limbah menjadi menumpuk di dalam tubuh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Gagal ginjal kronis pada tahap awal biasanya tidak menyebabkan gejala, oleh karenanya banyak penderitanya tidak menyadari hingga gagal ginjal kronis masuk pada tahap lanjut.

Ketika gagal ginjal kronis telah memasuki tahap lanjut, biasanya penderita gagal ginjal kronis akan mengalami gejala yang mudah dikenali seperti pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki dan tangan. Pemeriksaan darah dan urin secara teratur dapat membantu mendeteksi gagal ginjal kronis, sehingga dapat dengan mudah diatasi pada tahap awal. Risiko gagal ginjal kronis biasanya lebih tinggi pada orang yang memiliki penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Gagal ginjal pada tahap akhir dapat menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga penderitanya membutuhkan transplantasi ginjal atau cuci darah menggunakan mesin (dialisis) untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak.

Gejala Gagal Ginjal Kronis

Setiap manusia terlahir dengan dua ginjal. Meskipun salah satu dari ginjal rusak, fungsi ginjal masih tetap dapat terpenuhi hanya dengan satu ginjal.  Seringkali penderita gagal ginjal kronis tidak mengalami gejala apapun pada tahap awal, dikarenakan tubuh dapat mengatasi berkurangnya fungsi ginjal. Biasanya gagal ginjal kronis yang terdeteksi pada tahap awal diketahui jika penderitanya rutin memeriksa darah dan urin. Namun, gagal ginjal kronis pada tahap lanjut biasanya dapat menunjukan gejala sebagai berikut:

  • Adanya perubahan saat buang air kecil, seperti urin yang dikeluarkan lebih banyak atau kurang dari biasanya, merasakan tekanan saat buang air kecil, perubahan warna pada urin seperti warna gelap atau pucat, urin yang berbusa dan lebih sering buang air kecil pada malam hari.
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah yang disebabkan cairan yang tidak dapat dibuang oleh ginjal sehingga menumpuk pada jaringan.
  • Kelelahan atau merasa lemah, sebagai akibat dari penumpukan limbah atau kekurangan sel darah merah sehingga otak dan otot sedikit mendapatkan oksigen.
  • Sesak nafas yang disebabkan oleh cairan yang menumpuk di paru-paru. Sesak napas juga dapat disebabkan akibat anemia atau kekurangan sel darah merah yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.
  • Bau mulut dan adanya perubahan rasa pada mulut, yang disebabkan limbah yang menumpuk di dalam tubuh.
  • Nyeri di punggung atau panggul
  • Rasa gatal pada kulit, terutama pada kaki. Rasa gatal disebabkan karena ginjal tidak dapat menyaring limbah dalam darah.
  • Kehilangan selera makan, hal ini disebabkan limbah yang menumpuk di dalam darah dapat menyebabkan rasa makanan seperti tidak enak.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa nyeri pada dada,  yang disebabkan cairan yang menumpuk di sekitar jantung.
  • Berat badan yang terus menurun.
  • Pada pria gagal ginjal dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
  • Menurunnya ketajaman mental seperti susah untuk berkonsentrasi, pelupa dan pusing. Hal ini dikarenakan otak kekurangan oksigen sebagai akibat berkurangnya sel darah merah.
  • Cegukan
  • Tekanan darah yang sulit dikendalikan.

Baca Juga: Mengobati Gagal Ginjal Kronis

Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Ada banyak penyebab yang dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis. Hingga saat ini para peneliti kesehatan mengungkapkan behwa diabetes dan tekanan darah tinggi adalah penyebab utama gagal ginjal kronis, dimana kedua penyakit ini menyumbang sekitar 65 persen dari semua kasus gagal ginjal kronis. Berikut ini adalah beberapa kondisi lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang paling umum, seperti:

  • Diabetes adalah penyakit di mana tubuh tidak cukup membuat insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dalam jumlah normal dengan benar. Kondisi ini menyebabkan kadar gula dalam darah terlalu tinggi, yang dapat menyebabkan masalah pada banyak bagian tubuh termasuk merusak sistem penyaringan ginjal sehingga mempengaruhi kemampuan ginjal dalam menyaring limbah di dalam darah.
  • Tekanan darah tinggi atau yang dikenal sebagai hipertensi adalah penyebab umum dari penyakit gagal ginjal kronis dan penyakit lainnya seperti serangan jantung dan stroke. Tekanan darah tinggi terjadi saat darah yang mengalir melalui pembuluh darah atau arteri lebih tinggi dari tekanan normal. Tekanan darah tinggi dapat menekan pembuluh darah kecil pada ginjal sehingga menyebabkan kerusakan pada ginjal. Kondisi ini lama kelamaan dapat menghambat proses penyaringan sehingga ginjal tidak lagi bekerja dengan baik.
  • Glomerulonefritis adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada unit penyaringan kecil ginjal yang disebut glomeruli. Glomerulonefritis dapat terjadi secara tiba-tiba, biasanya setelah radang tenggorokan. Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan selama beberapa tahun dan dapat menyebabkan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap.
  • Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit ginjal yang diwariskan. Penyakit ini ditandai dengan pembentukan kista pada ginjal yang dapat membesar seiring waktu dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius dan menyebabkan gagal ginjal. Penyakit yang diwariskan lainnya yang mempengaruhi ginjal termasuk Alport’s Syndrome, hyperoxaluria primer dan sistinuria.
  • Penyakit batu ginjal adalah kondisi dimana terdapat material keras seperti batu yang terbentuk di dalam ginjal. Menderita batu ginjal dapat menyebabkan rasa nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan. Batu ginjal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal sehingga menghambat fungsi ginjal.
  • Infeksi saluran kemih merupakan kondisi yang terjadi saat kuman memasuki saluran kemih dan menimbulkan gejala seperti rasa sakit dan / atau terbakar saat buang air kecil. Selain menyerang kandung kemih, infeksi juga dapat menyebar ke ginjal, dan bisa menyebabkan demam dan rasa sakit pada punggung.
  • Penyakit bawaan juga dapat mempengaruhi ginjal. Hal ini biasanya terjadi pada saluran kemih saat janin berkembang dalam kandungan. Salah satu yang paling umum terjadi ketika mekanisme seperti katup antara kandung kemih dan ureter atau tabung urin gagal bekerja dengan baik dan memungkinkan urin menguat kembali (refluks) ke dalam ginjal, menyebabkan infeksi dan kerusakan pada ginjal.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu secara rutin dalam jangka waktu panjang juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Contohnya adalah obat penghilang rasa sakit, peptisida, toksin, heroin dan narkoba.
  • Lupus dan penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dan mengenali ginjal sebagai jaringan asing.

Diagnosis Gagal Ginjal

Deteksi dini dan pengobatan penyakit ginjal kronis adalah kunci untuk menjaga agar penyakit ginjal tidak berkembang menjadi gagal ginjal. Beberapa tes sederhana bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ginjal dini. Beberapa tes tersebut digunakan untuk memeriksa fungsi ginjal, menemukan penyebab kerusakan ginjal, jumlah kerusakan ginjal, dan pilihan pengobatan. Tes-tes tersebut meliputi:

  • Tes urin Tes ini digunakan untuk melihat kemungkinan protein atau darah yhang terdapat pada urin. Kelebihan jumlah protein dalam urin dapat diartikan bahwa unit penyaringan ginjal telah rusak.
  • Tes darah – Tes darah digunakan untuk menghitung perkiraan laju filtrasi glomerulus (GFR) yang dapat mengukur seberapa baik ginjal bekerja dalam menyaring kotoran dari darah. Dalam menghitung GFR digunakan sebuah metode khusus, dengan menghitung kadar kreatinin dalam sampel darah, kemudian disesuaikan berdasarkan jenis kelamin, umur dan ras. Pada keadaan normal tingkat GFR adalah 90 ml cairan kotoran per menit. Akan tetapi dari hasil pengujian didapatkan GFR 70 ml/menit itu artinya 70% fungsi ginjal masih baik.
  • Biopsi ginjal – Biopsi ginjal dilakukan dengan mengeluarkan sepotong kecil jaringan ginjal untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.
  • Tes Pencitraan – Metode pencitraan dengan menggunakan alat-alat seperti ultrasound, computed tomography (CT scan), x-ray dan teknik pencitraan lainnya dapat membantu dokter melihat perubahan bentuk ginjal, biasanya gagal  ginjal pada tahap lanjut memiliki bentuk yang tidak utuh dan mengkerut.

Tahapan Gagal Ginjal Kronis

Untuk menentukan seberapa parah penyakit gagal ginjal, maka diklasifikasikan berdasarkan sistem pemeringkatan atau tahapan berdasarkan hasil yang didapat pada perhitungan GFR. Dokter akan menggunakan tes darah untuk menghitung kadar kreatinin yang disesuaikan berdasakan usia, ras, dan jenis kelamin. Kreatinin adalah produk limbah yang berasal dari aktivitas otot. Ginjal yang bekerja dengan baik dapat menghilangkan produk limbah yang berasal dari aktivitas otot. Akan tetapi ketika fungsi ginjal mulai menurun, kadar kreatinin dalam darah dapat meningkat. Berikut ini 5 tahapan gagal ginjal kronis, yang dibagi dalam:

  • Tahap 1 dengan GFR normal atau tinggi yaitu GFR di atas 90 mL / menit. Meskipun memiliki nilai GFR normal, namun terdapat kerusakan pada ginjal seperti peradangan atau darah pada urin.
  • Tahap 2 dengan GFR 60-89 mL / menit – Pada tahap ini ada sedikit penurunan GFR dimana terjadi kerusakan pada ginjal namun belum dianggap sebagai gagal ginjal kronis. Pada tahap ini penderitanya diharuskan untuk menjalani tes GFR setiap tahunnya.
  • Tahap 3A dengan GFR 45-59 mL / menit dan 3B dengan GFR  30-44 mL / menit – Seseorang dengan penyakit ginjal kronis tahap 3 mengalami kerusakan ginjal sedang. Tahap ini dibagi menjadi dua bagian yaitu dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) untuk Tahap 3A adalah 45-59 mL / menit dan penurunan GFR untuk Tahap 3B adalah 30-44 mL / menit. Pada tahap ini fungsi ginjal mengalami penurunan dalam menyaring limbah di dalam darah sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai “uremia.” Pada tahap ini penderitanya cenderung mengalami komplikasi penyakit ginjal seperti tekanan darah tinggi, anemia atau kekurangan sel darah merah dan / atau penyakit tulang dini.
  • Tahap 4 dengan GFR 15-29 mL / menit – Seseorang dengan penyakit ginjal kronis tahap 4 mengalami kerusakan ginjal yang parah dengan penurunan pada tingkat filtrasi glomerulus (GFR) sampai 15-30 ml / menit. Pada tahap ini kemungkinan penderitanya memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal dalam waktu dekat.
  • Tahap 5 dengan GFR dibawah 15 mL / menit – Ini merupakan tahap akhir dari gagal ginjal kronis dengan laju filtrasi glomerular (GFR) 15 ml / menit atau kurang. Pada tahap akhir ini, ginjal telah kehilangan hampir semua kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif, dan pada akhirnya dialisis atau transplantasi ginjal diperlukan untuk bertahan hidup.

Pengobatan Gagal Ginjal Kronis

Pengobatan penyakit ginjal kronis yang di temukan pada tahap awal bertujuan untuk mencegah dan memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis agar tidak berkembang sampai tahap akhir. Penyakit ginjal kronis pada tahap 1 sampai 3 lebih mudah ditangani yaitu dengan mengkomsumsi obat-obatan yang dapat mengontrol dan mencegah penyakit ginjal  kronis semakin memburuk serta obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Selain mengkomsumi obat-obatan, perubahan pola hidup juga diperlukan untuk menunjang pengobatan yaitu dengan mengkomsumsi makanan yang sehat, olahraga serta berhenti merokok.

Penyakit gagal ginjal kronis pada tahap akhir menyebabkan ginjal tidak lagi dapat menyaring limbah dari darah, untuk itu diperlukan dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis atau cuci darah adalah proses menghilangkan kelebihan cairan dan limbah dengan menggunakan membran  untuk menggantikan peran ginjal yang telah rusak. Ada 2 jenis dialisis yaitu peritoneal dan hemodialisis. Prosedur dialisis membutuhkan alat bantu atau mesin.

Dialisis peritoneal menggunakan membran alami rongga perut sebagai tempat penyaringan dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang belum menjalani operasi perut besar. Dengan menggunakan kateter (tabung fleksibel yang sangat kecil) yang ditempatkan secara permanen di dalam perut, rongga perut di isi dengan cairan yang disebut dialisat. Cairan dialisat menarik limbah dan cairan ekstra keluar dari aliran darah melalui membran. Setelah selesai, dialisat akan bercampur dengan cairan ekstra dan limbah tercampur. Prosedur ini dapat dilakukan di rumah dengan waktu sekitar 40 menit dan di lakukan 4 kali dalam sehari atau dapat dilakukan sepanjang malam ketika tidur. Efek samping dari prosedur ini adalah infeksi peritoneum oleh bakteri.

Dialisis hemodialisis adalah prosedur yang harus dilakukan di rumah sakit dan yang paling banyak digunakan saat ini. Dengan hemodialisis, cairan limbah dan cairan tubuh berlebih disaring melalui darah dengan menggunakan dialer, yaitu gulungan selaput yang terdiri dari ratusan serat berongga. Mesin dialisis memompa darah melalui dialer. Darah tetap berada di satu sisi selaput, sementara dialisat berada di sisi lain membran. Seperti dialisis peritoneal, dialisat menarik cairan tubuh ekstra dan membuangnya melalui saringan dan kemudian darah yang disaring dipompa kembali ke tubuh. Proses hemodialisis memakan waktu sekitar empat jam dan biasanya dilakukan sekitar tiga kali dalam seminggu. efek samping dari prosedur ini dapat menyebabkan kulit dan otot menjadi kram dan gatal.

Transplantasi ginjal menjadi solusi bagi mereka yang tidak ingin menjalankan prosedur dialisis. Semua orang dengan kondisi ini dinilai untuk transplantasi ginjal. Tranplantasi ginjal dilakukan dengan menggantikan ginjal yang rusak dengan ginjal baru dari pendonor  ginjal. Dengan transplantasi dan perawatan medis yang sukses, penerima ginjal dapat terus menjalani hidup selama bertahun-tahun. Namun, beberapa yang memiliki kondisi serius lainnya mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi akibat operasi atau obat antirejection sehingga transplantasi mungkin bukan pilihan yang tepat bagi mereka.

Pencegahan Gagal Ginjal Kronis

Penyakit gagal ginjal kronis tidak sepenuhnya dapat dicegah, akan tetapi kita dapat melakukan beberapa tindakan yang dapat menurunkan risiko berkembangnya penyakit gagal ginjal kronis. Berikut langkah-langkah yang dapat kita lakukan, seperti:

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat – Mengkomsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu menjaga organ ginjal agar tetap sehat dan mencegah berkembangnya penyakit gagal ginjal kronis. Selain itu pola makan yang sehat dapat mencegah tekanan darah tinggi dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hindari makanan yang kaya lemak jenuh seperti gorengan, kue, mentega, biskuit, serta makanan yang banyak mengandung garam atau dengan tidak mengkomsumsi garam lebih dari 6 gram sehari.
  • Olahraga secara teratur – Olahraga dapat membantu menurunkan risiko penyakit gagal ginjal kronis. Selain itu berolahraga secara teratur juga dapat mencegah tekanan darah tinggi yang merupakan penyebab utama penyakit gagal ginjal kronis. Untuk itu sebaiknya melakukan olahraga secara teratur setiap harinya minimal 30 menit dalam sehari. Lakukanlah olahraga ringan seperti berlari, jalan, bersepeda, berenang, yoga atau aerobik.
  • Berhenti merokok – Rokok memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. Zat-zat berbahaya di dalam rokok dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan memperburuk penyakit ginjal. Untuk itu berhenti atau tidak merokok adalah pilihan bijak dalam menjaga kesehatan.
  • Mencukupi kebutuhan air putih – Mencukupi kebutuan air putih sedikitnya 2 liter perhari dapat membantu menjaga fungsi ginjal tetap baik sehingga mencegah kerusakan ginjal.
  • Menggunakan obat-obatan dengan benar – Menggunakan obat-obatan sesuai dengan anjuran yang ditentukan dapat mencegah kerusakan ginjal. Beberapa obat-obatan pereda rasa sakit yang dipakai secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.
  • Mengendalikan kadar gula darah – Memiliki kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis selain tekanan darah tinggi. Untuk itu sangat penting untuk mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin – Melakukan tes kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi penyakit pada tahap awal sehingga dapat lebih mudah ditangani dan mencegah penyakit berkembang pada tahapan yang lebih maju. Tes darah dan urin dapat membantu mendeteksi penyakit gagal ginjal kronis pada tahap awal.