Kanker Paru-Paru

Kanker Paru-Paru

September 13, 2019 0 By Joherbal

Paru-paru merupakan bagian terpenting dari sistem pernapasan. Fungsi utama dari paru-paru adalah mengirim oksigen yang berasal dari udara ke dalam darah dan melepaskan karbon dioksida dari dalam darah keluar tubuh. Ketika kita bernapas, udara yang masuk melalui hidung atau mulut akan melewati tenggorokan (trakea), bronkus, bronkiolus  lalu ke alveoli. Alveoli kemudian menyerap  oksigen dan menyebarkannya ke dalam darah, yang kemudian dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh.

Ketika oksigen masuk ke dalam aliran darah, karbon dioksida berpindah dari dalam darah ke alveoli yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh. Proses ini disebut sebagai pertukaran gas. Paru-paru juga memiliki peran yang penting dalam melindungi tubuh terhadap zat-zat berbahaya di udara, seperti asap, polusi, bakteri atau virus. Fungsi lain dari paru-paru, seperti mengendalikan pH darah dengan cara mengubah tekanan karbon dioksida, menyaring gumpalan darah yang terbentuk dalam vena, sebagai lapisan pelindung organ hati dari guncangan, dan menyediakan aliran udara untuk menciptakan suara vocal.

Kanker paru-paru merupakan kanker yang dimulai di dalam sel-sel paru-paru, dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali dan bersikap tidak normal. Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi dan dapat menyebar atau bermetastasis ke bagian lain dari tubuh. Kanker paru-paru dibagi menjadi kanker paru-paru bukan sel kecil (NSCLC) dan kanker paru-paru sel kecil (SCLC) berdasarkan pada jenis sel di mana kanker dimulai.

Kanker paru-paru bukan sel kecil (NSCLC)

Kanker paru-paru bukan sel kecil merupakan jenis yang paling umum dari kanker paru-paru yang mempengaruhi sekitar 85% -90% dari semua kanker paru-paru. Tiga jenis utama kanker paru-paru bukan sel kecil, adalah:

  • Sel skuamosa – Jenis kanker paru-paru yang ditemukan terpusat di paru-paru dan umumnya terkait dengan kebiasaan merokok. Jenis kanker paru-paru ini mempengaruhi sekitar 30 persen dari semua kanker paru-paru bukan sel kecil. Gejala yang biasanya terjadi pada jenis kanker paru-paru ini adalah batuk darah.
  • Adenokarsinoma – Ini adalah jenis dari kanker paru-paru bukan sel kecil yang paling umum dimana mempengaruhi sebesar 60 persen. Bahkan, kanker jenis ini mempengaruhi sekitar 30 sampai 35 persen dari keseluruhan kanker paru—paru. Adenokarsinoma biasanya dimulai pada sel-sel kelenjar di bagian luar dari paru-paru. Adenokarsinoma paling sering terjadi pada orang yang merokok dan juga dapat mempengaruhi orang yang tidak merokok.
  • Karsinoma sel besar besar – sel kanker paru-paru karsinoma tumbuh dan menyebar dengan cepat dan dapat ditemukan di mana saja di paru-paru. Jenis kanker paru-paru ini menyumbang 10 sampai 15 persen dari semua kasus kanker paru-paru bukan sel kecil.

Kanker paru-paru sel kecil (SCLC)

Kanker paru-paru sel kecil juga dikenal sebagai kanker “sel oat” karena sel-sel terlihat seperti oat di bawah mikroskop. Kanker paru-paru sel kecil sering dimulai pada bronkus, kemudian dengan cepat tumbuh dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, termasuk kelenjar getah bening. Jenis kanker paru-paru ini mempengaruhi kurang dari 20 persen dari keseluruhan kanker paru-paru dan biasanya disebabkan oleh merokok. Kanker jenis ini adalah yang paling agresif dari semua jenis kanker paru-paru. Dalam kebanyakan kasus, biasanya kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh pada saat didiagnosis.

Baca juga: Mengobati Kanker Paru-Paru Dengan Obat Herbal

11 Faktor Risiko Untuk Kanker Paru-Paru

Beberapa faktor risiko seperti gaya hidup, zat dari pulusi atau kondisi kesehatan lainnya dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru, meskipun sebagian besar kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasaan merokok. Risiko mengembangkan kanker paru-paru biasanya meningkat dengan usia. Lebih dari setengah dari semua kasus kanker paru-paru terjadi di antara orang yang berusia 60 tahun atau lebih. Bahkan seorang pria cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Berikut ini beberapa faktor risiko kanker paru-paru:

  • Merokok – Ini adalah penyebab utama pada kanker paru-paru. Ada banyak sekali bahan kimia yang terkandung di dalam asap rokok. Beberapa bahan kimia ini bersifat karsinogenik, yang dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel di paru-paru yang meningkatkan perkembangan kanker paru-paru. Lebih dari 85% kasus kanker paru-paru disebabkan oleh merokok. Risiko mengembangkan kanker paru-paru meningkat dengan seberapa lama Anda telah merokok, dan seberapa banyak jumlah rokok yang Anda hisap setiap harinnya.
  • Perokok pasif – Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok, namun mereka terpapar atau menghisap asap rokok dari orang yang merokok  di dekatnya. Perokok pasif merupakan faktor risiko utama untuk kanker paru-paru di kalangan non-perokok.
  • Radon – Radon adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang berasal dari pemecahan alami uranium di dalam batuan dan tanah. Gas radon dapat merusak sel-sel yang melapisi paru-paru. Risiko mengembangkan kanker paru-paru tergantung pada seberapa banyak dan berapa lama Anda terpapar radon.
  • Asbes – Asbes merupakan bahan bangunan yang banyak dipakai dirumah-rumah. Ketika kita berada di dekat asbes dan menarik napas, serat tipis yang sangat halus pada asbes dapat masuk dan terperangkap di dalam paru-paru, yang seringkali menyebabkan risiko kanker paru-paru. Saat ini di beberapa Negara penggunaan asbes sudah dilarang karena dapat merusak kesehatan.
  • Paparan bahan kimia tertentu – Bahan kimia tertentu yang bersifat karsinogen dapat menyebabkan kanker, seperti arsenik, berilium, kadmium, bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan karet,  besi dan baja, silica Kristal, nikel, uranium dan plutonium. Paparan bahan kimia ini biasanya sering terjadi di tempat kerja.
  • Polusi udara – Polusi udara banyak mengandung bahan kimia, partikel dan bahan lainnya yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa tinggal dalam waktu yang lama di daerah yang tinggi akan polusi udara dapat menyebabkan kanker paru-paru. Polusi udara dapat disebabkan oleh knalpot kendaraan, asap pabrik, benzema, partikulat dan beberapa PAH.
  • Memiliki riwayat kanker paru-paru – Orang-orang yang sebelumnya telah memiliki kanker paru-paru, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru berikutnya. Anda juga mungkin memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk kanker paru-paru jika Anda memiliki kerabat tingkat pertama seperti adik, anak atau orang tua yang menderita kanker paru-paru.
  • Memiliki riwayat pribadi penyakit paru-paru – Memliki penyakit paru-paru tertentu seperti penyakit obstruktif kronik paru (PPOK), tuberkulosis (TBC), dan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh Chlamydophila pneumonia dapat meningkatkan risiko untuk kanker paru-paru.
  • Paparan radiasi – Jika Anda pernah menjalani terapi radiasi yang diarahkan ke dada untuk mengobati  penyakit tertentu, seperti kanker payudara atau kanker getah bening, maka Anda memiliki risiko yang tinggi untuk kanker paru-paru.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah – Infeksi HIV dan AIDS dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Orang dengan HIV AIDS memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru.
  • Penyakit lupus – Lupus merupakan penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat di dalam tubuh. Lupus dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh dan menyebabkan peradangan kulit, sendi, pembuluh darah, sistem saraf dan organ dalam seperti jantung, paru-paru dan ginjal. Orang dengan lupus memiliki risiko lebih tinggi untuk kanker paru-paru.

9 Gejala Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru biasanya tidak menyebabkan gejala pada tahap awal. Seringkali gejala baru akan muncul, ketika kanker telah memasuki  tahap lanjutan. Fakta menunjukan bahwa  ada sekitar 40 persen penderita kanker paru-paru yang didiagnosis ketika kanker telah memasuki stadium 3. Berikut ini adalah 9 gejala kanker paru-paru yang harus Anda waspadai, diantaranya:

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh – Waspadalah jika Anda mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh meskipun Anda sudah meminum obat. Batuk pada umumnya hanya bertahan selama satu atau dua minggu, tetapi jika batuk terjadi secara terus-menerus, bisa jadi ini merupakan gejala kanker paru-paru.
  • Perubahan batuk – Memperhatikan perubahan pada batuk kronis, terutama jika Anda adalah seorang perokok. Biasanya Anda akan memiliki batuk yang lebih sering terjadi, memiliki suara serak, batuk darah, dan lendir lebih banyak dari biasanya.
  • Merasakan sesak napas – Jangan abaikan hal ini, jika Anda merasa sulit untuk bernapas setelah naik tangga atau melakukan tugas-tugas yang dapat Anda lakukan sebelumnya tanpa kesulitan bernapas. Ini merupakan gejala sesak napas yang disebabkan oleh tumor yang memblokir jalannya pernapasan atau cairan dari tumor paru-paru yang menumpuk di dada.
  • Rasa nyeri di dada – Kanker paru-paru dapat menyebabkan rasa nyeri di dada, bahu, atau punggung. Rasa ini disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening atau metastasis kanker pada dinding dada, lapisan di sekitar paru-paru yang disebut pleura, atau tulang rusuk.
  • Mengi – Ketika saluran udara menjadi terbatas, terblokir, atau meradang, paru-paru dapat menghasilkan mengi atau suara bersiul saat bernapas. Mengi merupakan salah satu gejala kanker paru-paru, meskipun hal ini juga dapat disebabkan oleh asma atau alergi.
  • Suara serak – Jika Anda mendengara adanya perubahan yang signifikan pada suara Anda, seperti serak  yang berlangsung selama lebih dari dua minggu, Anda harus berhati-hati karena ini merupakan gejala kanker paru-paru. Suara serak dapat terjadi ketika tumor mempengaruhi saraf yang mengendalikan laring, atau kotak suara.
  • Penurunan berat badan – Penurunan berat badan yang tidak direncannakan, mungkin terkait dengan kanker paru-paru atau kanker jenis lain. Penurunan berat badan disebabkan oleh sel-sel kanker yang menggunakan energi dari makanan yang kita makan.
  • Nyeri tulang – Kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang dapat menyebabkan rasa sakit di punggung atau di daerah lain dari tubuh. Nyeri ini dapat memperburuk pada malam hari saat beristirahat. Selain itu, kanker paru-paru juga dikaitkan dengan bahu, lengan, atau sakit leher, meskipun hal ini kurang umum.
  • Sakit kepala – Sakit kepala mungkin merupakan tanda bahwa kanker paru-paru telah menyebar ke otak. Namun, tidak semua sakit kepala berhubungan dengan sel kanker yang bermetatasis ke otak. Kadang-kadang, tumor paru-paru dapat membuat tekanan pada vena kava superior sehingga dapat memicu sakit kepala.

Diagnosis Kanker Paru-Paru

Jika Anda memiliki gejala yang diduga kanker paru-paru, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada saluran pernapasan, yaitu dengan mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, diantaranya:

  • Rontgen dada – Digunakan untuk melihat lokasi kelainan dan kondisi tumor pada paru-paru.
  • CT scan atau MRI – Tes ini digunakan untuk mengetahui ukuran dan letak tumor secara lebih detail, serta melihat kondisi jaringan lain di sekitar organ paru-paru.
  • Biopsi jaringan paru-paru – Tes ini dilakukan untuk mengambil sampel jaringan paru untuk mendeteksi jenis kanker yang terjadi.

Biopsi juga dapat menggunakan sampel jaringan kelenjar getah bening yang membesar. Biopsi akan dilakukan oleh dokter paru dengan bantuan endoskopi, yaitu alat berupa selang kecil berkamera, yang dimasukkan ke saluran pernapasan. Prosedur ini disebut bronkoskopi. Selain itu, biopsi juga bisa dilakukan dengan jarum halus yang ditusukkan melalui dinding dada.

Melalui hasil tes di atas, ditambah pemeriksaan PET scan bila diperlukan, dokter dapat mengetahui jenis dan stadium kanker paru-paru. Dengan mengetahui jenis serta stadium kanker, dokter paru dapat menentukan langkah pengobatan yang tepat untuk Anda.

Selain pemeriksaan untuk mengetahui keberadaan kanker, dokter juga akan melakukan pemerikaan untuk mengetahui kemungkinan penyebab serta penyakit lainnya yang menyertai kanker paru-paru, seperti:

  • Tes darah, untuk mendeteksi infeksi.
  • Pemeriksaan dahak, untuk mendeteksi kemungkinan infeksi di saluran prnapasan.
  • Spirometri, untuk menilai fungsi organ paru-paru.
  • Punksi pleura, yaitu penyedotan cairan di ruang antara selaput paru-paru.

Baca juga: Cara Terbaik Mecegah Kanker Paru-Paru

Stadium Kanker Paru-Paru

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pasien positif menderita kanker paru-paru, maka dokter akan menentukan stadium kanker paru yang diderita pasien. Ada 4 stadium kanker paru-paru, yaitu:

  • Stadium I
    Pada stadium ini, kanker masih berada di dalam paru-paru dan belum menyebar ke kelenjar atau organ sekitarnya.
  • Stadium II
    Pada stadium ini, kanker masih berada di dalam paru-paru, namun telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium III
    Pada stadium ini, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya jauh dari paru-paru atau bagian tubuh lainnya, seperti batang tenggorok (trakea), kerongkongan, atau pembuluh darah utama di jantung.
  • Stadium IV
    Pada stadium ini, kanker telah menyebar di kedua paru-paru dan organ lain yang letaknya jauh dari paru-paru, seperti otak dan hati. Kanker juga telah menyebabkan penumpukan cairan di dalam selaput paru-paru (pleura).

Pilihan Pengobatan Untuk Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru dapat diobati dengan beberapa cara, tergantung pada jenis kanker paru-paru dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Orang-orang dengan kanker paru non-sel kecil dapat diobati dengan pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, atau kombinasi dari perawatan ini. Orang-orang dengan kanker paru-paru sel kecil biasanya diobati dengan terapi radiasi dan kemoterapi. Berikut ini pilihan pengobatannya:

  • Operasi – Dokter mengangkat jaringan kanker melalui prosedur operasi.
  • Kemoterapi – Menggunakan obat-obatan khusus untuk mengecilkan atau membunuh kanker. Obat-obatan bisa berupa pil yang dapat Anda minum atau obat-obatan yang diberikan dalam pembuluh darah Anda, atau kadang-kadang keduanya.
  • Terapi radiasi – Menggunakan sinar berenergi tinggi (mirip dengan sinar-X) untuk membunuh kanker.
  • Terapi target – Menggunakan obat untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Obat-obatan bisa berupa pil atau obat-obatan yang diberikan dalam pembuluh darah Anda.