Kolesterol

Kolesterol

October 11, 2018 0 By Joherbal

Kolesterol adalah zat kimia lemak (lipid) yang dihasilkan oleh sel-sel di dalam tubuh. Sel-sel pada organ hati menyumbang sekitar seperempat dari total kolosterol, sisanya dihasilkan oleh banyak sel-sel yang berbeda di dalam tubuh dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Pada tingkat yang sehat, kolesterol membantu tubuh bekerja dengan baik dengan memproduksi hormon, cairan empedu dan vitamin D. Namun, jika kolesterol berada pada tingkat yang tinggi atau berlebihan, maka dapat meningkatkan risiko penyakit serius.

Kolesterol tinggi adalah kondisi dimana tubuh memiliki tingkat kolesterol dalam darah di atas batas normal. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan endapan pada dinding arteri, sehingga dapat menghalangi  atau menghambat aliran darah ke jantung, otak dan ke organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu, orang yang memiliki tingkat kolesterol yang tinggi, sangat berisiko terkena serangan jantung, penyakit jantung koroner, stroke dan angina.

Kolesterol dibawa ke dalam darah oleh partikel yang disebut lipoprotein. Terdapat dua jenis utama lipoprotein yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah atau LDL dan dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi atau HDL. LDL berfungsi untuk menyalurkan kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan, sedangkan HDL berfungsi mengangkut kolesterol  kembali ke dalam organ hati untuk kemudian dihancurkan dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kotoran.

Kolesterol LDL sering disebut sebagai kolesterol “jahat”, dikarenakan kadar kolesterol LDL yang berlebihan atau tinggi dapat mengendap pada dinding arteri sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sedangkan kolesterol HDL dianggap sebagai kolesterol “baik”, dimana semakin tinggi tingkat kolesterol HDL dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular.

Tes darah secara rutin dapat membantu mengontrol tingkat kolesterol, terutama bagi mereka yang memiliki obesitas, tekanan darah tinggi dan penyakit diabetes. Untuk membantu menurunkan atau mencegah kolesterol tinggi, menerapkan gaya hidup sehat sangat diperlukan, seperti mengkomsumsi banyak sayuran dan buah-buahan, berolahraga secara teratur, dan berhenti merokok.

Gejala Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi biasanya tidak menyebabkan gejala atau tanda-tanda, itu sebabnya cek darah secara rutin dapat membantu mengetahui kadar kolesterol di dalam darah. Meskipun demikan, terdapat sebagian kecil kasus kolesterol tinggi yang menyebabkan gejala atau tanda fisik, seperti:

  • Bercak kuning di sekitar kelopak mata
  • Benjolan berwarna kekuningan pada telapak tangan, siku dan lutut
  • Terdapat lengkung berwarna putih atau abu-abu pada mata
  • Memiliki lingkar pinggang yang besar
  • Sering merasa lelah
  • Tengkuk dan pundak terasa pegal
  • Sering merasakan pusing pada bagian belakang kepala
  • Merasakan pegal pada bagian tangan dan kaki
  • Tangan dan kaki sering kesemutan
  • Dada bagian kiri seperti tertusuk

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi dapat terjadi pada siapapun tanpa mengenal usia. Bahkan saat ini, banyak orang pada usia produktif memiliki masalah kolesterol tinggi. Banyak hal yang dapat medorong seseorang memiliki kolesterol tinggi, mulai dari gaya hidup sampai riwayat keluarga. Berikut diantaranya:

  • Kebiasaan mengkomsumsi makanan yang tidak sehat merupakan penyebab dari tingginya kolesterol di dalam darah. Makanan yang tidak sehat memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi, seperti makanan yang digoreng, keju, jeroan, daging merah, telur puyu, cumi dan santan.
  • Memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas cenderung memiliki kolesterol yang tinggi.
  • Jarang berolahraga dapat menyebabkan kadar LDL meningkat dan membuat HDL menurun.
  • Kebiasaan merokok dapat menyebabkan kadar HDL menurun, sehingga tidak dapat mengangkut kembali kolesterol ke hati untuk dihancurkan. Hal ini dikarenakan rokok mengandung zat kimia akrolein yang dapat menghentikan aktivitas HDL.
  • Mengkomsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Memiliki riwayat keluarga dengan koleesterol tinggi, hal ini biasanya diturunkan dari orang tua. Orang dengan kondisi seperti ini biasanya tidak dapat menurunkan kolesterol dengan sempurna sehingga lebih berisiko terhadap gangguan jantung dini.
  • Memiliki kondisi atau penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit hati, ginjal dan hipotiroid dapat menyebabkan kolesterol menjadi lebih tinggi dari seharusnya.
  • Kadar kolesterol secara alami dapat meningkat seiring bertambahnya usia, hal ini biasanya dimulai ketika memasuki usia di atas 20 tahun.
  • Stres merupakan salah satu penyebab tingginya kolesterol. Hal ini dikarenakan, ketika seseorang dalam kondisi stres, otak memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan produksi kolesterol LDL.
  • Wanita yang telah menopause sangat berisiko memiliki kolesterol tinggi, dikarenakan tubuh mengalami penurunan hormon tertentu yang membuat kemampuan tubuh dalam menyeimbangkan kadar kolesterol LDL dan HDL menjadi terganggu.

Diagnosis Kolesterol

Untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam darah, maka dibutuhkan tes darah. Sampel darah yang diambil digunakan untuk melihat tingkat kolesterol total, LDL atau kolesterol jahat, HDL atau kolesterol baik, dan trigliserida di dalam darah. Trigliserida merupakan lemak di dalam tubuh yang akan diubah menjadi energi. Jika trigliserida tidak terpakai, maka akan disimpan oleh tubuh di dalam jaringan lemak. Kadar Trigliserida yang tinggi, memiliki dampak yang sama seperti kolesterol LDL.

Sebelum melakukan tes darah, Anda diharuskan berpuasa selama 10-12 jam, hal ini untuk mendapatkan data yang akurat yang tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikomsumsi. Berikut perhitungan kadar kolesterol:

  • Kolesterol Total

Di bawah 200 mg/dl = baik

200-239 mg/dl = perbatasan menuju tinggi

240 mg/dl ke atas = tinggi

  • LDL atau Kolesterol Jahat

Di bawah 100 = sangat baik

100-129 mg/dl = baik

130-159 mg/dl = perbatasan menuju tinggi

160-189 mg/dl = tinggi

190 mg/dl ke atas = sangat tinggi

  • HDL

Di bawah 40 mg/dl untuk pria dan di bawah 50 untuk wanita = buruk

50-59 mg/dl = baik

Di atas 60 mg/dl = sangat baik

  • Trigliserida

Di bawah 150 mg/dl = baik

150-199 mg/dl = perbatasan menuju tinggi

200-499 mg/dl = tinggi

500 mg/dl ke atas = sangat tinggi

Mencegah Kolesterol Tinggi

Kolesterol  tinggi dapat dicegah dengan pola hidup sehat, diantaranya adalah dengan mengkomsumsi makanan yang lebih sehat yang mengandung gizi seimbang seperti makanan yang banyak mengandung serat dan rendah lemak yang banyak terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian yang telah terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Selain mengkomsumsi makanan yang sehat, berolahraga juga wajib dilakukan setiap harinya. Dengan beolahraga secara teratur, kadar kolesterol baik akan meningkat sehingga dapat membawa kolesterol yang tidak terpakai kembali ke organ hati untuk kemudian dihancurkan dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Olahraga juga dapat membantu mengurangi kelebihan berat badan dan membuat jantung dan organ tubuh lainnya tetap sehat.

Mengelola stres dengan baik juga dapat membantu mengontrol kolesterol di dalam darah. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa stres dapat memicu otak memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan produksi kolesterol LDL. Aktivitas seperti yoga dan meditasi dapat membantu mengelolah stres dan membuat pikiran menjadi jernih dan tenang. Selain itu membuang kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkomsumsi minuman beralkohol juga dapat  mencegah kolesterol tinggi.