Obat Keputihan Tradisional

Obat Keputihan Tradisional

October 21, 2020 0 By Joherbal

Keputihan dapat membuat wanita merasa tidak nyaman. Jika keputihan dirasa sangat mengganggu, ada beberapa obat keputihan tradisional yang bisa Anda coba untuk mengatasinya. Selain cukup efektif, obat keputihan tradisional juga sangat mudah didapat. Keputihan merupakan proses alami vagina untuk menjaganya tetap bersih dari kuman penyebab infeksi. Selain itu, keputihan yang normal juga dapat disebabkan oleh perubahan hormon menjelang menstruasi dan ovulasi. Keputihan seperti ini biasanya tidak mengganggu dan dapat menghilang dengan sendirinya.

Ciri-Ciri Keputihan yang Perlu Diobati        

Keputihan juga bisa menjadi tanda adanya penyakit atau gangguan pada organ intim wanita, misalnya infeksi atau iritasi. Keputihan yang tidak normal ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berbau tidak sedap dan menyengat.
  • Berwarna kekuningan, kehijauan, keabu-abuan, atau disertai darah.
  • Jumlah cairan yang keluar dari vagina lebih banyak daripada biasanya.
  • Keputihan disertai beberapa keluhan lain, seperti vagina terasa gatal atau perih, nyeri panggul, dan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.
  • Keputihan yang disertai keluhan di atas adalah keputihan yang perlu diobati. Salah satu pilihan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keputihan tersebut adalah obat keputihan tradisional.

Macam-Macam Obat Keputihan Tradisional

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat keputihan tradisional yang bisa digunakan untuk mengatasi keputihan yang tidak normal:

  1. Yoghurt

Yoghurt dapat digunakan sebagai obat keputihan tradisional berkat kandungan probiotik atau bakteri Lactobacillus acidophilus. Bakteri baik ini diketahui dapat membunuh jamur C. albicans penyebab infeksi jamur vagina serta beberapa jenis kuman penyebab infeksi pada vagina. Namun, tak semua jenis yoghurt dapat digunakan sebagai obat keputihan tradisional. Jenis yoghurt yang dapat digunakan untuk mengobati keputihan adalah yoghurt tawar atau plain yogurt yang tidak ditambahi gula atau perasa tambahan. Untuk mendapatkan manfaat yoghurt tersebut, Anda hanya perlu mengoleskannya pada vagina sebanyak 2 kali sehari selama beberapa hari. Sebelum mengoleskan yoghurt pada vagina, pastikan Anda sudah mencuci tangan hingga bersih.

  1. Minyak kelapa

Selain bermanfaat untuk menghilangkan kutu rambut dan melembabkan kulit, minyak kelapa juga diduga efektif untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu mengoleskan minyak kelapa murni langsung ke area vagina. Meski relatif aman sebagai pengobatan alternatif infeksi jamur vagina, penggunaan bahan ini tidak disarankan apabila Anda memiliki alergi terhadap minyak kelapa.

  1. Jahe

Jahe diketahui memiliki efek antiradang, antibakteri, serta antijamur. Oleh karena itu, jahe diduga bisa digunakan sebagai obat keputihan tradisional untuk mengatasi keputihan akibat infeksi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan krim yang mengandung ekstrak jahe cukup ampuh untuk meringankan gejala keputihan yang tidak normal. Kendati demikian, efektivitas dan keamanan jahe sebagai obat tradisional keputihan masih perlu diteliti lebih lanjut.

  1. Lidah buaya

Tanaman herbal ini memiliki efek antiradang, antioksidan, dan antibakteri. Berkat kandungan-kandungan tersebut, lidah buaya dianggap dapat digunakan sebagai obat keputihan tradisional. Selain itu, lidah buaya juga dapat membantu mengatasi keluhan gatal-gatal di kulit sekitar vagina akibat iritasi.

  1. Madu

Madu sudah digunakan sejak dulu untuk mempercepat pemulihan luka. Namun, berkat kandungan antiradang, antijamur, dan antibakteri yang terdapat pada madu, obat tradisional ini juga dipercaya ampuh mengatasi keputihan. Suatu riset menunjukkan bahwa penggunaan madu yang dikombinasikan dengan yoghurt efektif membasmi jamur penyebab infeksi pada vagina. Meski demikian, efektivitas dan keamanan madu jika digunakan sebagai obat tradisional keputihan masih perlu diteliti lebih lanjut.

  1. Asam borat

Asam borat merupakan zat kimia yang memiliki sifat antiseptik dan antijamur. Oleh karena itu, asam borat dapat digunakan sebagai obat keputihan. Obat ini bisa dibeli bebas maupun dengan resep dokter. Meski bisa dibeli bebas, asam borat tetap harus digunakan dengan hati-hati. Hindari mengonsumsi atau mengoleskan asam borat pada luka terbuka. Jika digunakan secara berlebihan atau tertelan, asam borat dapat menjadi racun yang berpotensi menyebabkan gangguan ginjal, gangguan jantung, bahkan kematian.

  1. Bawang putih

Salah satu pilihan obat keputihan tradisional yang mudah didapat adalah bawang putih. Bawang putih sudah sejak lama digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi keputihan akibat infeksi pada vagina. Hal ini dikarenakan tanaman ini mengandung zat yang bersifat antibakteri dan antijamur. Untuk menggunakannya sebagai obat keputihan tradisional, Anda bisa menghaluskan bawang putih lalu memasukkannya ke dalam vagina.

  1. Minyak oregano dan tea tree oil

Tea tree oil dan minyak esensial yang terbuat dari oregano memiliki kandungan antibakteri, antiradang, dan antijamur. Berkat kandungan tersebut, minyak esensial oregano dan tea tree oil dipercaya dapat mengobati keputihan akibat infeksi jamur dan bakteri. Untuk menggunakannya, campurkan lebih dulu 5-10 tetes tea tree oil atau minyak oregano dengan 2-3 sendok makan minyak kelapa atau zaitun. Setelah tercampur, oleskan campuran minyak tersebut pada tampon, lalu masukkan tampon ke dalam vagina selama 1 jam. Anda dapat menggunakan campuran minyak tersebut 2 kali sehari. Namun, perlu diingat, obat keputihan tradisional yang satu ini dapat menimbulkan efek samping berupa perih, gatal, atau muncul ruam kemerahan di sekitar vagina. Apabila Anda mengalami beberapa efek samping di atas setelah menggunakan minyak oregano atau tea tree oil, hentikan penggunaannya dan segeralah temui dokter.

Pada dasarnya, penanganan keputihan yang abnormal harus disesuaikan dengan penyebabnya. Berbagai obat keputihan tradisional di atas hanya dimaksudkan untuk menangani keputihan tidak normal yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Di samping itu, untuk mencegah keputihan agar tidak semakin parah atau muncul kembali di kemudian hari, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Mengenakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat.
  • Menghindari berendam terlalu lama di air panas.
  • Menghindari penggunaan produk pembersih vagina yang mengandung pewangi.
  • Membersihkan vagina dengan air hangat dan sabun berbahan kimia lembut setiap selesai buang air. Lakukan pembersihan dari arah vagina menuju dubur untuk mencegah kuman berpindah dari dubur ke vagina.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Meski dapat dimanfaatkan sebagai obat keputihan tradisional, sejauh ini obat-obatan tersebut belum terbukti lebih efektif daripada obat-obatan medis untuk mengatasi keputihan. Selain itu, dosis dan tingkat keamanannya juga belum bisa dipastikan. Jadi, jika keputihan yang dirasakan tidak membaik atau justru semakin parah setelah menggunakan obat-obatan alternatif tersebut, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.