Penyebab TBC yang Perlu Anda Ketahui

Penyebab TBC yang Perlu Anda Ketahui

September 14, 2020 0 By Joherbal

Penyebab TBC atau tuberkulosis adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, mulai dari gaya hidup tidak sehat hingga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Tuberkulosis atau TBC merupakan satu dari 10 penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya ada sekitar 1,5 juta orang di dunia meninggal akibat menderita TBC.

Secara global, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengidap tuberkulosis terbanyak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, di tahun 2018 sendiri ada lebih kurang 842 ribu penduduk Indonesia yang menderita TBC. Karena tingginya kasus TBC di Indonesia, penting untuk mengetahui penyebab TBC dan faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini. Tujuannya adalah agar Anda bisa melakukan upaya pencegahan TBC secara lebih optimal.

Penyebab TBC dan Faktor Risikonya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyebab TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri penyebab TBC ini umumnya menyerang paru-paru. Bakteri bisa menyebar ke orang lain melalui percikan air liur yang dilepaskan ke udara saat penderita TBC bersin, batuk, atau meludah. Meski dapat menyebar melalui udara, penularan penyakit TBC tidak semudah penyebaran flu atau batuk.

Proses penularan bakteri TBC membutuhkan kontak yang cukup dekat dan lama dengan penderita. Misalnya, tinggal atau kerja bersama dan sering melakukan interaksi dalam kesehariannya. Kemungkinan Anda tertular TBC jika sekadar duduk di sebelah orang yang terinfeksi, misalnya di bus atau kereta, akan sangat kecil. Selain itu, penderita TBC yang telah mengonsumsi obat anti tuberkulosis selama setidaknya 2 minggu juga berisiko lebih kecil menularkan penyakitnya ke orang lain. Kendati begitu, ada beberapa kelompok orang yang lebih mudah tertular TBC, di antaranya:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (bayi, anak-anak, lansia, atau penderita HIV/AIDS) kekurangan gizi, diabetes, dan gagal ginjal stadium akhir, kanker
  • Perokok
  • Orang yang tinggal atau bekerja di lingkungan berisiko tinggi, misalnya panti jompo atau tempat penampungan tunawisma
  • Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh
  • Petugas medis yang merawat pasien TBC
  • Orang yang tinggal dengan penderita TBC
  • Orang dengan gaya hidup buruk, seperti menyalahgunakan narkoba atau mengonsumsi alcohol
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi
  • Orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, misalnya penderita kanker, lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn

Pada sebagian besar kasus, penyakit TBC memang dapat sembuh selama obat yang diresepkan dokter digunakan dengan benar dan sesuai arahan. Namun, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab TBC dan faktor peningkat risiko, sehingga Anda bisa lebih waspada terhadap penyebaran penyakit ini.

Umumnya, pengobatan TBC memerlukan waktu setidaknya 6 bulan agar bisa sembuh total. Tanpa pengobatan yang rutin dan tepat, akan jauh lebih sulit bagi penderita untuk sembuh. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda termasuk berisiko tinggi terkena TBC, terlebih jika sudah mengalami beberapa gejalanya. Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, maka semakin besar peluang untuk bisa sembuh.