Tekanan Darah Tinggi

Tekanan Darah Tinggi

June 7, 2018 0 By Joherbal

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kronis dimana tekanan darah yang dipompa melalui arteri lebih tinggi dari yang seharusnya. Tekanan darah tinggi dikenal sebagai “silent killer” karena seringkali tidak memiliki tanda dan gejala peringatan, hal inilah yang menyebabkan banyak penderitanya tidak mengetahui jika mereka memiliki tekanan darah tinggi. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan akumulasi kerusakan, yang seringkali menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari tiga bagian utama, yang terdiri dari:

  1. Darah, yang membawa zat-zat seperti nutrisi, oksigen dan produk limbah dari tubuh. Darah terbuat dari cairan plasma yang mengandung sel darah merah dan putih, dan trombosit. Sel darah merah mengandung haemoglobin yaitu zat kimia yang bercampur dengan oksigen.
  2. Pembuluh darah merupakan jaringan berupa tabung yang membawa darah ke seluruh tubuh. Ada 3 jenis pembuluh darah, yaitu arteri, kapiler, dan vena, dimana ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pembuluh arteri memiliki dinding tebal dan kuat yang membawa darah dari jantung. Pembuluh kaliper berdinding tipis dan kecil dimana oksigen dan zat lainnya dapat dengan mudah menyebar dari kapiler ke sel-sel jaringan dan keseluruh organ tubuh. Sedangkan vena membawa darah dari kapiler kembali ke jantung.
  3. Jantung adalah organ berotot yang terletak di tengah dada, yang berfungsi memompa darah ke seluruh sistem peredaran darah. Jantung terbagi menjadi empat ruang, dua bilik atas disebut sebagai atrium dan dua bilik bawah disebut sebagai ventrikel.

Tekanan darah diatur oleh jumlah darah yang dipompa oleh masing-masing ventrikel dalam satu menit dan resistensi (ketahanan) jantung yang harus diatasi untuk membuat darah mengalir melalui pembuluh darah pada sistem peredaran darah. Dalam mengendalikan tekanan darah, tubuh menjalani beberapa proses yang rumit. Tubuh mengatur pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, tingkat ekskresi garam dan air, dan menyesuaikan volume darah. Sekitar 5-10% orang dengan tekanan darah tinggi bisa disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya, seperti penyakit ginjal kronis dan penyakit tiroid. Namun, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya, dan kondisi ini dikenal sebagai hipertensi esensial.

Memiliki tekanan darah tinggi tentu berbahaya karena semakin tinggi tekanan darah, semakin sulit untuk jantung bekerja memompa darah ke seluruh tubuh, dan semakin besar kemungkinan jantung dan pembuluh darah akan rusak. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan serangan jantung, pembesaran jantung dan gagal jantung. Penyumbatan dan tekanan berlebih di dalam pembuluh darah di otak dapat menyebabkan pembuluh darah di otak pecah yang kemudian menyebabkan stroke. Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan gagal ginjal, kebutaan, dan gangguan kognitif.

Gejala Tekanan Darah Tinggi

Meskipun terkadang tekanan darah tinggi dapat menyebabkan mimisan, sakit kepala, sesak napas, pusing dan denyut jantung yang tidak normal. Namun, gejala ini tidak spesifik, dan umumnya hanya terjadi ketika tekanan darah meningkat ketingkat yang tertinggi. Faktanya, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki tanda atau gejala, bahkan saat tekanan darah mereka sangat tinggi. Inilah mengapa, banyak orang dengan tekanan darah tinggi tidak menyadari jika mereka memiliki tekanan darah tinggi. Untuk itu, setiap orang dewasa seharusnya memeriksa tekanan darah mereka setidaknya lima tahun sekali. Pada ibu hamil dianjurkan untuk mengukur tekanan darahnya secara teratur, hal ini sangat penting untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi yang mungkin terjadi selama kehamilan. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan kondisi preeklamsia, dimana dapat menyebabkan gangguan pada plasenta.

Bacca Juga: Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Obat Herbal

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Terdapat 1 dari 3 orang dewasa di seluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi, dimana kondisi ini menyumbang setengah dari semua kematian karena penyakit jantung dan stroke. Meskipun sekitar 90% orang dengan tekanan darah tinggi tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Akan tetapi para ahli kesehatan telah menyimpulkan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, seperti:

  • Usia. Risiko tekanan darah tinggi meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini dikarenakan pembuluh darah menjadi lebih kaku sehingga tidak lagi efektif dalam bekerja. Tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria selama usia paruh baya, yaitu sekitar 45 tahun sedangkan pada wanita ketika memasuki usia 65 tahun. Namun, saat ini anak remaja juga dapat menderita tekanan darah tinggi, yang disebabkan oleh obesitas, jarang berolaharaga dan faktor pola makan yang tidak sehat.
  • Genetika. Memiliki angota keluarga dengan tekanan darah tinggi dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk mengembangkannya juga.
  • Asupan garam yang berlebihan. Mengkomsumsi makanan yang banyak menganandung kadar garam berlebih (atau asupan garam lebih dari 1.500 miligram per hari) dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Hal ini tanpa memperhitungkan usia, kondisi kesehatan dan riwayat keluarga.
  • Sleep Apnea. Ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan tingkat oksigen menurun, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah dan tekanan pada sistem kardiovaskular. Mereka yang menderita sleep apnea obstruktif terkait dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan merupakan penyebab banyaknya kasus tekanan darah tinggi, kondisi ini biasanya didasari oleh pola makan yang tidak sehat, kenaikan kadar natrium, dan peningkatan kadar insulin yang menyebabkan penebalan arteri, dan mendorong kondisi seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke.
  • Kurang berolahraga. Orang yang jarang atau tidak pernah berolahraga dapat menyebabkan obesitas dan memiliki detak jantung yang cepat, sehingga jantung bekerja lebih keras dari seharusnya. Ketika kerja jantung lebih keras maka dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Mengkomsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Minum minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebihan (khususnya minuman keras) atau menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain, amfetamin dan metamfetamin kristal dapat memberikan tekanan pada jantung dan arteri dimana hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan.
  • Merokok. Nikotin yang terdapat di dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pada dinding arteri sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Kelainan hormon. Gangguan atau kelainan hormon tertentu seperti sindrom Cushing, yang menyebabkan tubuh menghasilkan hormon steroid dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan, dapat memberikan tekanan pada tubuh dan mengakibatkan tekanan darah tinggi.
  • Penyakit ginjal. Salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi adalah penyakit ginjal. Hal ini terjadi ketika kelenjar adrenal (kelenjar berbentuk seperti kacang kecil yang terletak di atas ginjal) mengeluarkan terlalu banyak hormon kortisol, yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Diagnosis Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah diukur dalam milimeter merkuri (mm Hg) menggunakan alat ukur yang disebut sebagai sfigmomanometer manual yang diletakkan di lengan atas. Namun, saat ini sudah ada sfigmomanometer digital yang menggunakan sensor elektronik dalam mendeteksi denyut. Alat ini lebih mudah digunakan sehingga  Anda dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan di rumah. Pengukuran tekanan darah ditulis dalam dua angka, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik mewakili tekanan maksimum pada sistem peredaran darah saat jantung memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik mewakili tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi. Tekanan darah normal pada orang dewasa berada di bawah 120/80 mmHg yang artinya memiliki tekanan sistolik 120 mmHg dan tekanan diastolik 80 mmHg. Tekanan darah setiap saat dapat berubah-ubah, bahkan saat kita tertawa, sedih, marah, senang dan beristirahat. Tekanan darah juga dapat meningkat ketika kita berolahraga, namun akan kembali normal setelah selesai berolahraga. Tekanan darah umumnya lebih tinggi di sore hari dan lebih rendah di malam hari.

Dokter mengklasifikasikan tekanan darah ke dalam empat kategori:

  • Tekanan darah normal – di bawah 120/80 mmHg.
  • Prehipertensi – 120-139 / 80-89 mmHg.
  • Hipertensi stadium 1 – 140-159 / 90-99 mmHg.
  • Hipertensi stadium 2 – 160/100 mmHg atau lebih tinggi.

Kedua angka dalam pembacaan tekanan darah sangat penting, apabila terjadi peningkatan tekanan sistolik dan diastolik, maka hal ini dapat menunjukan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Namun juga, perlu dicatat bahwa tekanan darah di bawah 90/60 mmHg berada di luar kisaran normal, dimana hal tersebut  dikenal sebagai hipotensi atau tekanan darah rendah.

Komplikasi Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak diobati atau dibiarkan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, jantung, mata dan ginjal. Saat ini tekanan darah tinggi menyumbang 75% penyebab dari semua kasus stroke dan serangan jantung. Berikut ini beberapa komplikasi yang berpotensi terjadi, seperti:

  • Stroke – Stroke merupakan efek samping yang paling umum dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Stroke dapat terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen ke otak tersumbat.
  • Serangan jantung – Serangan jantung merupakan penyebab utama kematian yang terkait dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Serangan jantung terjadi karena arteri mengeras dan menyempit sehingga mempengaruhi aliran darah.
  • Diabetes – Diabetes berbeda dengan penyakit lain yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hilangnya kontrol atas gula darah dapat mempengaruhi aliran darah. Hal ini juga dapat mempengaruhi kesehatan arteri dan mengganggu aliran darah ke jantung. Tekanan darah tinggi juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menggunakan gula sebagai sumber energi.
  • Penyakit ginjal – Tekanan darah tinggi secara langsung dapat mempengaruhi fungsi ginjal dengan membatasi aliran darah yang dibutuhkan ginjal agar bekerja dengan baik. Arteri yang berada di sekitar ginjal dapat mengeras dan menyempit sehingga membuat ginjal tidak mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Jika ginjal mulai rusak, maka limbah dan cairan ekstra tidak dapat keluar dari dalam tubuh. Hal ini yang kemudian dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan.
  • Kerusakan pada mata – Tekanan darah tinggi bisa berdampak langsung pada fungsi mata. Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi dapat membatasi aliran darah ke seluruh bagian tubuh termasuk mata yang kemudian menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Orang yang mengalami kerusakan pada mata akibat tekanan darah tinggi biasanya didiagnosis menderita retinopati hipertensi yang merupakan kondisi yang menyebabkan pembengkakan di mata, kebutaan dan masalah penglihatan yang signifikan, termasuk melihat bintik-bintik. Obat yang dirancang untuk mengobati hipertensi dapat memiliki efek penting dalam mengurangi gejala yang terkait dengan retinopati hipertensi.
  • Preeklampsia – Preeklampsia merupakan tekanan darah tinggi yang muncul selama kehamilan. Kondisi ini harus diperhatikan dengan serius, karena dapat menyebabkan janin kekurangan darah dan oksigen. Sedangkan pada ibu yang hamil, preeklampsia dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal dan otak.
  • Disfungsi seksual – Tekanan darah tinggi menjadi perhatian yang serius bagi banyak orang dewasa, khususnya pria karena  dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Pengobatan Tekanan Darah Tinggi

Langkah efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi dan mengubah pola hidup. Penggunaan obat tekanan darah tinggi dimaksudkan untuk mengendalikan tekanan darah. Dalam beberapa kasus tekanan darah tinggi, penderita tekanan darah tinggi kadang perlu mengkonsumsi obat-obatan seumur hidup. Bahkan, untuk mengatasi tekanan darah tinggi yang lebih sulit dikendalikan, mereka perlu mengkonsumsi lebih dari satu obat tekanan darah tinggi.

Obat tekanan darah tinggi dianjurkan bila tekanan darah berada pada 160/100 mmHg atau lebih tinggi, namun jika penderitanya memiliki faktor risiko kardiovaskular lainnya seperti aterosklerosis, diabetes, atau obesitas, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan lebih awal yang bertujuan untuk melindungi ginjal, jantung, dan organ tubuh lainnya dari kerusakan potensial. Umumnya, tujuan pengobatan adalah untuk menurunkan tekanan darah menjadi kurang dari 140/90 mmHg pada orang yang berusia kurang dari 60 tahun, dan kurang dari 150/90 pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun. Pengguna obat tekanan darah tinggi mungkin memerlukan tes darah untuk memeriksa kesehatan ginjalnya, hal ini dikarenakan ginjal dapat terpengaruh sebagai efek samping obat tekanan darah.

Berikut ini adalah beberapa obat tekanan darah tinggi yang paling umum digunakan, seperti:

  • Diuretik – Obat ini bekerja untuk menghilangkan kelebihan cairan dari aliran darah sehingga dapat mengurangi volume darah dalam sistem peredaran darah dan tekanan darah.
  • Beta blocker – Obat ini bekerja untuk membuat jantung berdetak lebih lambat dengan sedikit kekuatan, dan mempelebar pembuluh darah sehingga dapat mengurangi tekanan darah, dan memperbaiki aliran darah. Menghentikan penggunaan obat ini secara tiba-tiba dapat memberikan efek samping yang berbahaya seperti angin duduk (angina) atau meningkatnya tekanan darah.
  • Penghambat enzim pengubah angiotensin (penghambat ACE) – Obat ini dapat menghalangi hormon yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan menebal, serta membantu menstabilkan dinding pembuluh darah dan jantung sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Akan tetapi penggunaan obat ini dapat memberikan efek samping batuk kering yang berkepanjangan.
  • Penghambat reseptor angiotensin II – Obat ini mempengaruhi jalur biokimia yang serupa dengan penghambat ACE dan memiliki hasil yang sama.
  • Alfa blocker – Obat ini dapat menghambat hormon yang memicu vasokonstriksi arteri dan vena yang lebih kecil, serta memperbaiki aliran darah dan menurunkan tekanan darah. Saat menggunakan obat ini pertama kali, mungkin penggunanya akan mengalami pingsan, pusing, lelah, sakit kepala hingga membengkaknya pergelangan kaki.
  • Penghambat kanal kalsium – Obat ini bekerja untuk mengendurkan dan memperlebar pembuluh darah serta mencegah kalsium memasuki sel jantung dan sel otot di dalam dinding pembuluh darah. Penggunaan obat ini dapat memperlambat detak jantung dan vasodilatasi arteri sehingga tekanan darah tetap rendah.

Pencegahan Tekanan Darah Tinggi

Untuk mencegah tubuh kita terbebas dari tekanan darah tinggi, maka kita harus melakukan serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mengurangi risiko berkembangnya tekanan darah tinggi.  Berikut ini beberapa contoh tindakan yang dapat kita lakukan, seperti:

  • Pola makan sehat dan seimbang – Kebiasaan pola makan yang tidak sehat merupakan pilar terpenting dalam berkembangnya tekanan darah tinggi. Dengan mengubah kebiasaan makan dapat membantu secara signifikan mengurangi risiko tekanan darah tinggi, caranya adalah dengan memperbanyak makanan seperti buah, sayuran dan makanan yang kaya serat. Dianjurkan juga untuk makan selambat-lambatnya 2 jam sebelum tidur.
  • Olahraga secara teratur – Olahraga merupakan salah satu bagian terpeting dalam mencegah tekanan darah tinggi. Dengan rutin berolahraga maka dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga jantung serta pembuluh darah dalam kondisi baik. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti berlari, bersepeda, berenang atau aerobik. Sebaiknya olahraga dilakukan minimal 30 menit setiap harinya.
  • Tidak atau berhenti merokok – Zat-zat yang terdapat di dalam rokok merupakan sumber radikal bebas di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan penyempitan pada arteri. Merokok memang tidak secara langsung dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, namun dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.
  • Kurangi minuman beralkohol – Mengkomsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat menigkatkan risiko tekanan darah tinggi. Untuk itu dianjurkan bagi seorang pria agar tidak mengkomsumsi minuman beralkohol melebihi 2 kaleng perhari, dan untuk wanita tidak melebihi 1 kaleng perhari.
  • Mengurangi makanan yang banyak mengandung garam – Mengkomsumsi makanan yang banyak mengandung garam sangat berbahaya bagi tubuh, karena garam dapat mengikat air dan menyimpannya di dalam tubuh sehingga dapat mempengaruhi volume darah. Untuk itu sebaiknya mengurangi mengkomsumsi garam dengan cara tidak memberikan terlalu banyak garam pada makanan.
  • Mengelolah stres – Stres adalah reaksi tubuh terhadap tekanan, akan tetapi stres dalam jangka panjang dan sering dapat menyebabkan efek buruk. Dimana bagian tertentu dari sistem saraf akan diaktifkan sehingga dapat mempengaruhi pembuluh darah yang menyebabkannya penyempitan. Untuk dapat mengelolah dan mengendalikan stres, lakukanlah terapi relaksasi seperti yoga atau meditasi.
  • Mengurangi minuman berkafein – Mengurangi atau membatasi minuman berkafein seperti kopi, cola dan minuman berenergi dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Untuk itu sebaiknya tidak meminum kopi melebihi empat cangkir dalam sehari.

Baca Juga: 8 Makanan Yang Dapat Membantu Menurunkan Hipertensi