Tips Merawat Luka Jahitan agar Tidak Berbekas

Tips Merawat Luka Jahitan agar Tidak Berbekas

October 24, 2020 0 By Joherbal

Sebagian besar luka sayatan atau goresan kecil pada kulit akan sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun, lain halnya pada luka sayatan besar seperti jahitan pascaoperasi (misalnya operasi caesar) atau luka luas dan dalam yang menimbulkan banyak perdarahan. Luka tersebut biasanya perlu ditangani dengan cara dijahit. Banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan luka jahitannya karena luka tersebut sering kali menimbulkan bekas luka. Agar luka jahitan bisa sembuh dengan baik dan tidak tampak terlalu berbekas, Anda perlu merawat luka jahitan tersebut dengan baik dan benar.

Tips Merawat Luka Jahitan

Agar luka jahitan bisa pulih dengan baik dan tidak tampak terlalu berbekas, ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Jaga kebersihan luka jahitan

Setiap luka pada tubuh memiliki risiko untuk mengalami infeksi, termasuk luka jahitan di kulit. Luka jahitan yang terinfeksi bisa menyebabkan proses penyembuhan luka berlangsung lebih lama dan meningkatkan risiko munculnya bekas luka. Oleh karena itu, Anda perlu membersihkan luka jahitan secara teratur guna mencegah terjadinya infeksi. Caranya adalah dengan membersihkan luka menggunakan air bersih dan sabun yang berbahan kimia lembut. Bersihkan luka jahitan 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

  1. Pastikan luka jahitan tetap kering

Selama masa pemulihan, usahakan agar luka jahitan selalu kering. Luka jahitan yang basah bisa membuat Anda merasa gatal dan lebih rentan terinfeksi. Setelah luka dibersihkan dengan air dan sabun, segera keringkan luka dengan handuk bersih atau kasa steril. Anda juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat membuat luka jahitan terlalu basah, seperti berenang.

  1. Gunakan salep

Umumnya, dokter akan meresepkan salep antibiotik, seperti bacitracin atau neosporin, untuk mencegah luka jahitan terinfeksi. Oleskan salep tersebut ke area luka jahitan secara rutin sesuai petunjuk dokter. Untuk mempercepat penyembuhan luka, dokter juga mungkin akan menyarankan Anda menggunakan pelembap, seperti petroleum jelly.

  1. Hindari paparan sinar matahari

Saat kulit Anda terluka, baik karena luka jahitan atau cedera, sebisa mungkin hindari area tersebut dari paparan sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari pada kulit yang terluka bisa menyebabkan luka tampak berbekas. Jika Anda harus bepergian saat luka jahitan masih dalam masa pemulihan, kenakan pakaian yang menutupi luka dan menyerap keringat. Anda juga perlu mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari.

  1. Terapkan gaya hidup sehat

Saat menjalani pemulihan luka jahitan, Anda juga perlu mengonsumsi makanan bergizi agar tubuh dapat memperbaiki jaringan yang rusak. Selain itu, agar proses pemulihan luka bisa berjalan lancar, Anda juga perlu menghindari aktivitas fisik berat, tidak merokok atau terpapar asap rokok, dan jauhi minuman beralkohol.

Untuk beberapa kondisi, bekas luka jahitan mungkin saja bisa tetap muncul walau Anda sudah melakukan langkah-langkah perawatan bekas luka jahitan. Kondisi ini dapat dialami oleh penderita keloid. Keloid umumnya diturunkan secara genetik dalam keluarga. Jika luka jahitan membentuk keloid, Anda mungkin perlu menghilangkan bekas luka secara medis, misalnya dengan suntikan kortikosteroid dari dokter untuk menghilangkan bekas luka yang menjadi keloid.

Luka jahitan biasanya dapat pulih dan menutup dengan sempurna dalam waktu sekitar 1–2 minggu. Dengan perawatan luka jahitan yang baik, luka tersebut bisa sembuh dengan baik dan tampak kurang berbekas. Namun, Anda perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul demam selama proses pemulihan luka atau jika luka terlihat bengkak, bernanah, berbau, terasa nyeri, atau terus berdarah. Hal ini bisa menandakan bahwa luka jahitan Anda mengalami infeksi.