Wasir

Wasir

November 18, 2018 0 By Joherbal

Wasir atau ambeien adalah pembuluh darah yang membengkak yang dapat terjadi di dalam dan di sekitar bokong, yaitu di dalam rektum atau di dalam anus. Jaringan pembuluh darah kecil dalam lapisan anus terkadang dapat membesar dengan darah yang lebih banyak daripada biasanya. Kata wasir berasal dari bahasa Yunani “haimorrhoides” yang berarti vena. Wasir dapat terjadi pada semua orang, dan diperkirakan setiap orang memiliki peluang sebesar 75% akan mengalami wasir selama hidupnya.

Wasir diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu internal dan eksternal. Wasir internal terletak di dalam lapisan rektum dan tidak dapat terlihat. Wasir internal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit karena lubang anus tidak memiliki serabut nyeri saraf, meskipun dapat menyebabkan perdarahan saat buang air besar. Wasir eksternal terjadi di luar anus yaitu di dekat lubang anus yang terletak di bawah kulit yang mengeliingi anus. Wasir eksternal dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri dan pendarahan saat buang air besar.

Wasir dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan dan ukuran, yang dibedakan menjadi:

  • Kelas 1: Pembengkakan kecil di bagian dalam lapisan anus. Wasir tidak bisa dilihat atau dirasakan dari luar anus. Tahap ini merupakan bentuk yang paling umum dari sebagian besar kasus wasir. Pada beberapa orang, tahap ini dapat berlanjut pada tahap selanjutnya.
  • Kelas 2: Pembengkakan wasir lebih besar dan sebagian di dorong keluar dari anus ketika Anda buang air besar, akan tetapi dapat masuk kembali ke dalam dengan sendirinya setelah selesai buang air besar.
  • Kelas 3: Terdapat satu atau lebih benjolan kecil, atau benjolan lembut yang menggantung dari anus. Namun, Anda dapat mendorong benjolan ini kembali ke dalam anus dengan menggunakan jari.
  • Kelas 4: Secara permanen wasir menggantung dari dalam anus, dan Anda tidak bisa mendorong wasir kembali ke dalam anus. Benjolan kadang-kadang dapat berukuran cukup besar.

Penyebab Wasir

Penyebab pasti dari wasir hingga saat ini masih belum jelas, namun para peneliti menemukan bahwa ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya wasir, seperti:

  • Sembelit dapat meningkatkan tekanan di dalam dan sekitar pembuluh darah di anus yang merupakan penyebab utama terjadinya wasir.
  • Wasir sangat umum terjadi selama kehamilan, hal ini mungkin disebabkan karena efek dari tekanan bayi yang berada di atas rektum dan anus, dan kehamilan juga dapat mempengaruhi perubahan hormon selama kehamilan pada vena. Wasir akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.
  • Bertambahnya usia juga dapat mempengaruhi jaringan di lapisan anus, dalam banyak kasus wasir berkembang ketika usia telah memasuki usia 45 tahun.
  • Faktor keturunan juga dapat mempengaruhi wasir, dimana beberapa orang dapat mewarisi kelemahan dinding pembuluh darah di daerah anus.
  • Sering mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Melakukan hubungan seksual anal.
  • Orang yang memliki kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Orang yang menderita diare berkepanjangan.
  • Orang yang mengalami batuk dan muntah dalam jangka waktu lama.
  • Terlalu sering duduk dalam jangka waktu yang lama.
  • Kurang dalam mengkomsumsi makanan yang berserat.

Gejala Wasir

Gejala dan tanda yang paling umum dari wasir adalah perdarahan tanpa rasa sakit. Pendarahan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Berikut ini adalah beberapa gejala wasir lainnya yang mungkin muncul, seperti:

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan, terutama ketika duduk
  • Rasa nyeri saat buang air besar
  • Rasa gatal atau iritasi di sekitar daerah anus
  • Pembengkakan di sekitar anus
  • Adanya satu atau lebih benjolan di dekat anus
  • Kotoran dapat keluar dengan sendirinya melalui anus
  • Adanya lendir setelah buang air besar

Namun demikian, perdarahan saat buang air besar yang tidak pernah normal harus mendapatkan perhatian yang lebih, karena bisa saja menunjukan kondisi yang lebih serius seperti kanker usus dan kanker dubur. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda jika wasir menunjukan gejala seperti:

  • Sering mengalami perdarahan yang berlebihan
  • Wasir sudah diobati, tetapi tidak menanggapi pengobatan
  • Jika gejala wasir disertai dengan perubahan yang jelas dalam kebiasaan buang air besar
  • Jika tinja berwarna hitam atau berwarna merah marun
  • Adanya gumpalan darah

Mendiagnosis Wasir

Dalam banyak kasus, wasir akan didiagnosis dengan pemeriksaan fisik yang mencakup melihat bagian luar anus atau pemeriksaan dubur. Pada keadaan tertentu, dokter mungkin melakukan pemerikan ke dalam lubang anus untuk mendiagnosis wasir internal.

Pemeriksaan dubur adalah cara yang umum untuk mendiagnosis wasir, meskipun kebanyakan orang mungkin khawatir tentang tes ini karena merasa malu. Namun, dokter melakukan tes ini secara rutin dan akan bekerja untuk memastikan pasien merasa senyaman mungkin.

Pada tes ini, dokter akan memeriksa anus dan daerah perianal, yang merupakan kulit di sekitar anus. Dokter mungkin juga perlu memasukkan jari ke dalam anus, untuk merasakan struktur di dalam dan menentukan apakah ada wasir internal. Selain itu, dokter juga dapat melihat apakah ada darah atau lendir yang keluar, yang akan membantu dalam membuat diagnosis. Pemeriksaan dubur mungkin tidak nyaman untuk beberapa saat, tetapi dilakukan dengan cepat dan tidak menyebabkan rasa sakit yang signifikan.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menggunakan alat yang disebut anoscope untuk melihat ke dalam rektum. Anoscope adalah tabung pendek dan kecil dengan cahaya di atasnya yang dapat dimasukkan ke dalam rektum. Dengan menggunakan alat ini, seorang dokter dapat memiliki tampilan yang lebih lengkap pada struktur di dalam dan melihat apakah ada wasir yang hadir atau jika ada penjelasan lain untuk gejala-gejalanya.

Pengobatan Wasir

Meskipun wasir dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari, terkadang wasir juga membutuhkan pengobatan yang lebih invasif, yang disesuaikan berdasarkan letak wasir, yaitu apakah wasir berada di bawah, atas atau pada garis dentate. Garis dentate merupakan garis batas pada dinding kanal anus yang memisahkan area yang mampu merasakan rasa sakit dari area yang tidak mampu merasakan sakit.

Operasi wasir biasanya dijadikan pilihan utama jika wasir tumbuh dibawah atau pada garis dentate, karena pada area tersebut terdapat saraf yang dapat mendeteksi rasa sakit. Wasir yang tumbuh pada area tersebut dapat menyebabkan gejala yang menyakitkan.

Kebanyakan wasir dapat diobati di rumah atau dengan prosedur medis yang sederhana. Berbagai macam pilihan pengobatan disesuaikan berdasarkan pada jenis dan tingkat keparahan gejala. Menghindari sembelit dan perubahan pola makan merupakan kunci utama untuk mengobati wasir yang dapat membantu mengurangi gejala wasir. Berikut beberapa pengobatan untuk wasir:

Pengobatan wasir dirumah

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk meringankan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh wasir, seperti:

  • Merendam bagian pinggul kebawah dengan air hangat, lakukan selama dua sampai tiga kali dalam sehari selama 10 sampai 15 menit.
  • Kompres dengan es pada bagian yang bengkak, untuk mengurangi pembengkakan.
  • Jangan mengejan saat buang air besar, karena dapat memperparah wasir.
  • Bersihkan anus atau bokong Anda setelah buang air besar dengan lembut dengan cara menepuk-nepuk dengan pelan (bukan mengelapnya) dengan tisu basah atau tisu bayi. Hindari pemakaian tisu kering dan bertekstur kasar.

Obat oles

Beberapa salep, krim dan supositoria bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter. Obat-obatan tersebut dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman dan gatal. Namun, penggunaan obat-obatan ini hanya dibatasi untuk tidak lebih dari seminggu, karena dapat menyebabkan efek samping seperti ruam dan peradangan.

Skleroterapi

Skleroterapi merupakan salah satu bentuk pengobatan wasir dengan menyuntikan cairan fenol atau kina urea ke dasar wasir. Skleroterapi dapat menyebabkan rasa nyeri sementara yang dapat hilang setelah beberapa jam setelah suntikan diberikan. Namun, seringkali gejala wasir dapat kembali setelah beberapa tahun dan memerlukan perawatan yang lebih lanjut.

Mengikat wasir

Mengikat wasir dengan menggunakan tali yang elastis atau karet pada dasar wasir, bertujuan untuk menghentikan aliran darah. Wasir yang tidak mendapatkan aliran darah biasanya akan terlepas setelah satu minggu ketika Anda buang air besar. Wasir yang telah terlepas biasanya akan ditandai dengan adanya lendir atau mukosa. Prosedur ini akan memberikan rasa tidak nyaman dan nyeri yang akan berlangsung selama satu atau dua hari. Prosedur ini dapat memberikan komplikasi berupa perdarahan selama satu atau dua minggu setelah pengikatan atau terjadinya infeksi bakteri pada jaringan disekitar wasir.

Koagulasi

Prosedur ini menggunakan energi panas untuk menghancurkan jaringan-jaringan di dalam dan di sekitar wasir yang berfungsi untuk memotong aliran darah. Beberapa prosedur menggunakan perawatan ini diantaranya koagulasi dengan inframerah, diathermy bipolar dan elektroterapi arus searah.

Operasi

Operasi untuk wasir biasanya dilakukan jika pengobatan lain untuk wasir tidak berhasil. Diperkirakan ada sebanyak 10 persen dari seluruh kasus wasir yang harus menjalani prosedur operasi. Ada beberapa bentuk operasi untuk wasir, seperti:

  • Hemoroidektomi – Merupakan operasi pengangkatan wasir baik internal maupun eksternal. Luka yang ditiggalkan akibat operasi dapat dijahit atau dibiarkan terbuka. Prosedur operasi ini dapat meninggalkan rasa nyeri selama bermingu-minggu, akan tetapi biasanya dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit. Prosedur operasi ini membutuhkan waktu pulih sekitar satu minggu.
  • Stapled hemorrhoidectomy – Merupakan teknik bedah baru yang dapat dengan cepat menjadi pilihan pengobatan untuk wasir kelas tiga. Operasi ini tidak mengangkat wasir, melainkan anorektum atau bagian terakhir dari usus besar akan dijepit atau di-staple. Dengan begitu wasir yang menggantung di luar anus menjadi lebih kecil. Prosedur ini juga akan memotong pasokan darah ke wasir, sehingga wasir akan menyusut dengan sendirinya. Prosedur ini tidak terlalu menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Komplikasi dari prosedur ini dapat menyebabkan lubang pada rektrum dan munculnya fistula pada vagina wanita.

Komplikasi Setelah Operasi Wasir

Ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi wasir, seperti:

  • Pasien mungkin akan kehilangan kontrol dalam membuang air besar.
  • Munculnya fistula pada vagina wanita, yaitu saluran kecil yang muncul antara anus dan permukaan kulit, di dekat anus.
  • Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih.
  • Penyempitan pada lubang anus.
  • Terjadinya pendarahan atau gumpalan darah saat buang air besar yang biasanya terjadi seminggu setelah operasi.
  • Infeksi yang ditandai dengan munculnya tumpukan nanah dan abses.

Pencegahan Wasir

Setiap orang dapat memiliki wasir di dalam kehidupannya, wasir dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri dan pendarahan. Untungnya ada beberapa strategi sederhana yang dapat mencegah wasir, seperti:

  • Mengkomsumsi makanan yang tinggi serat – Makanan yang tinggi akan serat termasuk kacang-kacangan, biji-bijian, sayur-syuran dan buah-buahan. Makanan yang tinggi akan serat dapat membantu melembutkan tinja sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.
  • Minum cukup air setiap harinya – Pencegahan wasir yang paling sederhana dan murah, adalah dengan mencukupi kebutuhan air setiap harinya. Namun begitu, tidak banyak dari kita yang melakukannya. Sama halnya dengan makan makanan berserat, minum cukup air adalah kunci untuk memiliki usus yang sehat. Untuk itu dibutuhkan minum air putih sebanyak 6 hingga 8 gelas perhari.
  • Berolahraga secara teratur – Olahraga secara teratur dapat mencegah terbentuknya wasir, karena dengan rajin beolahraga dapat mencegah konstipasi dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Anda dapat melakukan olahraga sederhana seperti berjalan, berlari, bersepeda, berenang atau yoga.
  • Jangan mengejan secara berlebihan – Mengejan secara berlebihan saat buang air besar untuk mencoba mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di rektum bawah.
  • Menghindari mengangkat beban yang terlalu berat – Memaksa mengangkat beban yang terlalu berat dapat menyebabkan wasir. Untuk mengatasinya usahakan selalu membuang napas saat mengangkat dan jangan menahan napas saat mengangkat.
  • Tidurlah miring ketika hamil – Cara ini dapat menurunkan tekanan pada pembuluh darah di panggul dan membantu mencegah wasir membesar.
  • Menghindari duduk terlalu lama – Duduk terlalu lama dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.
  • Jangan menunda buang air besar – Menunda buang air besar hingga keinginan untuk buang air besar menghilang, dapat menyebabkan tinja mengering dan sulit dikeluarkan dari dalam tubuh.